33.366 Warga Kota Sukabumi Idap ISPA, Sepanjang Januari hingga Juni 2024

Ispa
Ilustrasi

SUKABUMI – Kasus Insfeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Kota Sukabumi, cukup tinggi. Terbukti, dari data yang tercatat Dinas Kesehatan (Dinkes) sepanjang Januari hingga Juni 2024 terdapat sebanyak 33.366 orang mengidap penyakit tersebut.

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, drg Wita Darmawanti mengatakan, dari jumlah total ISPA yang ada rinciannya yakni, 6.804 Januari, 6.020 Februari, 5.070 Maret, 4.975 April, 5.824 Mei dan 4.673 Juni.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah jika melihat dari data yang ada, tidak ada korban jiwa akibat mengidap ISPA. Selain itu, trennya mengalami penurunan,” kata Wita kepada Radar Sukabumi, Selasa (9/7).

Wita menjelaskan, terdapat dua cara yang menyebabkan seseorang terserang ISPA dan hal itu bisa terjadi baik karena ada kontak langsung maupun tidak langsung.

“Pertama, melalui hand to hand transmission, ketika seseorang tercemar virus atau bakteri yang menyebabkan penyakit ISPA melalui perantara benda-benda. Kedua, melalui udara yang tercemar (air borne disease) yang berasal dari penderita ISPA yang kebetulan mengandung bibit penyakit melalui sekresi saliva atau sputum kemudian terbawa di udara dan dihirup orang yang ada di sekitar,” jelasnya.

Adapun, gejala ISPA yang dialami warga biasanya batuk-batuk, tenggorokan sakit, dan badan pegal-pegal.

“Jika mengalami gejala tersebut, warga disarankan segera berobat ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis,” pa-
parnya.

Wita menghimbau, warga agar dapat beristirahat yang cukup, gunakan masker untuk mencegah penularan, konsumsi obat-obatan simtomatis dan multivitamin. “Bila tiga hari tidak membaik atau kondisinya memburuk, disarankan untuk konsultasi dengan dokter,” tutupnya. (Bam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *