CIKOLE – Pengidap kanker serviks di Kota Sukabumi rupanya cukup rendah. Dari 388 perempuan yang telah mengikuti pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) tes pada 2019 lalu, hanya 1,5 persennya saja yang terditeksi pra kanker serviks.
Kepada Radar Sukabumi, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Lulis Delawati mengungkapkan, dari 388 perempuan usia 30 sampai 35 tahun pada 2019 lalu yang telah mengikuti IVA tes, hanya sekitar 5 yang terditeknsi.
“Dari data pengecekan tahun lalu, ada 388 perempuan usia 30-35 yang telah melakukan hubungan badan yang melakuakan IVA tes, dari jumlah itu hanya lima orang saja yang terditeknsi, dan itu bisa langsung di intervensi,” jelasnya kepada Radar Sukabumi saat ditemui diruang kerjanya, kemarin (5/2).
Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, lanjut Lulis, terus menggalakkan IVA tes dari berbagai kegiatan. Bahkan, dari 15 Puskesmas yang ada, terdapat empat Puskesmas yang bisa melayani IVA tes.
“Target kami semua perempuan di Kota Sukabumi mengikuti IVA tes, karena memang hal itu penting bagi seorang perempuan memastikan kesehatannya. Warga bisa datang saja ke Puskemas Sukabumi, Selabatu, Cipelang dan Puskesmas Lembursitu,” sebutnya.
Menurut dokter cantik ini, pemeriksan IVA tes amat penting bagi seorang perempuan. Karena, bisa mencegah dan mendeteksi dini kanker leher rahim atau kanker serviks. Selain itu, Tes IVA merupakan cara sederhana tapi efektif dalam mendeteksi kanker serviks.
“IVA test adalah metode inspeksi visual dengan asam asetat, atau dikenal juga dengan sebutan visual inspection with acetic acid (VIA), hal ini penting bagi setiap perempuan, khususnya perempuan yang sudah menikah,” terangnya.
Lulis juga menghimbau, agar para wanita dapat segera melakukan pengecekan agar bisa mengikis sejak dini. Lantaran, jika terditeksi sejak dini bisa langsung di intervensi atau dihilangkan sel kankernya.
“Terkadang wanita itu enggan untuk tes IVA, padahal Itu penting. Jangan sampai menunggu penyakit itu semakin parah, karna jika begitu penanganannya pun cukup sulit,” pungkasnya. (upi/d)






