Kasus Omicron Meningkat! Harus Apa?

Armita Syarifah, dr
Armita Syarifah, dr Dokter Internsip RS Islam Assyifa Sukabumi

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Apa kabar sahabat Assyifa?  Semoga dalam keadaan sehat. Kita sudah mengetahui bahwa kasus covid dengan varian Omicron meningkat akhir-akhir ini.

Bacaan Lainnya

Tidak perlu panik karena varian ini lebih ringan gejalanya (seperti flu biasa) namun sayang memiliki daya penularan 5 kali lebih tinggi dari yang sebelumnya.

Sudah pernah vaksin juga membantu untuk mengurangi gejala yang akan dialami karena sudah mempunyai daya tahan tubuh yang terbentuk. Omicron adalah varian terbaru hasil dari mutasi virus corona-19.

Virus akan terus berevolusi menjadi bentuk yang baru untuk menginfeksi inangnya. Namun jika kita sudah mempunyai antibodi yang baik atau daya tahan tubuh yang tinggi, insyaallah dampak ditubuh kita tidak akan terlalu besar.

Lain hal jika pada orang dengan komorbid (penyakit penyerta) yang terutama tidak terkontrol, contohnya darah tinggi / hipertensi, penyakit gula / diabtetes melitus, atau penyakit autoimun.

Tetap jalankan prokes (jaga jarak, cuci tangan, dan pakai masker), makan yang bergizi, cukupi asupan sayur dan buah karena banyak mengandung antioksidan, vitamin dan mineral.

Perbanyak buah seperti, pisang, jeruk, alpukat, nanas, apel, papaya, manggis, dll. Sayuran yang kaya serat dapat menjaga kekebalan tubuh, diantaranya sayuran berdaun hijau, terong, tauge, daun singkong, serta istirahat cukup.

Masker kain dapat mencegah penularan sebanyak 50 persen, masker bedah hijau sebanyak 89 persen, dan masker N95 atau KN95 sebanyak 95 persen.

Untuk yang sedang terkena infeksi covid varian apapun, jalankan isolasi sesuai prosedur yaitu jika tidak ada gejala, maka isolasi 10 hari setelah dinyatakan positif PCR.

Jika bergejala, maka isolasi 13 hari sejak muncul gejala dengan 3 hari bebas demam dan gangguan pernafasan. Khusus isolasi bisa lebih cepat jika terdapat perbaikan klinis dan dinyatakan PCR sudah negatif hari ke-5 dan 6 selang 24 jam (2 kali pemeriksaan PCR) atau CT > 35.

Selain itu, masyarakat juga perlu tahu syarat rumah untuk isolasi mandiri, diantaranya (1) dapat tinggal di kamar terpisah, (2) terdapat kamar mandi didalam rumah, (3) mempunyai pulse oksimeter, (4) dapat mengakses telemedicine (pasien dipantau secara online) atau layanan kesehatan lainnya.

Untuk keluarga pasien yang OTG (Orang Tidak Bergejala) tetap bisa menularkan walaupun sudah di vaksinasi.

Data dari WHO menyatakan bahwa kasus di Denmark, Afrika Selatan, Inggris, Kanada, dan Amerika mengalami penurunan pasien yang dirawat di rumah sakit dibandingkan gelombang delta.

Namun tetap terdapat data yang menyatakan pasien meninggal akibat infeksi Omicron, diantaranya 1 orang di Israel (usia 60 tahun dengan komorbid), 14 orang di Inggris pada saat Natal dan Tahun baru, dan 1 orang di Jerman (usia 60-70 tahun).

Sedangkan di Indonesia sendiri, terdapat 2 orang yang meninggal, yaitu 1 orang (usia 54 tahun dengan komorbid sudah vaksinasi) dan 1 orang (usia 64 tahun dengan komorbid belum vaksinasi). Semoga Allah melindungi kita semua, aamiin ya rabbal’alamin. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *