Bersama kita Berantas DBD di Tengah Pandemi Covid -19

  • Whatsapp
Ade Warman, AMK.SKM
Ade Warman, AMK.SKM PKRS RSI.Assyifa Sukabumi

RADARSUKABUMI.com – Di tengah pandemi yang telah berlangsung dua tahun, wabah Deman Berdarah Dengue (DBD) diam-diam mengintai kita semua, Saat seperti sekarang, peralihan musim hujan ke musim kemarau adalah waktu yang gawat.

Karena musim pancaroba, kasus DBD yang menyerang masyarakat akan meningkat. Kita harus segera mengantisipasinya dengan lebih memperhatikan kebersihan lingkungan. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan program 3M menguras, menutup, dan mengubur.

Bacaan Lainnya

Masyarakat dihimbau mewaspadai siklus Demam Berdarah Dengue (DBD) lima tahunan, yang mempunyai tren/kecenderungan peningkatan kasus. Kasus DBD erat kaitannya dengan kondisi alam. Namun dapat dicegah dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Ditengah pandemi Covid19 yang membuat setiap orang harus melakukan physical distancing serta anjuran untuk di rumah saja, dapat memicu peningkatan penyakit DBD, karena memungkinkan penularan DBD yang sangat cepat.

Adapun segala jenis penyakit yang disebabkan oleh virus umumnya memiliki sifat self limiting disease, yaitu dapat sembuh sendiri dengan pencegahan yang dapat dilakukan oleh masyarakat, sehingga penyakit yang timbul tidak menjadi lebih berat.

Adanya anjuran untuk tetap di rumah saja merupakan kesempatan bagus untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat masing – masing individu dalam masyarakat.

Seperti yang telah diketahui Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti & Aedes albopictus betina.

Cara Mencegah DBD Sampai saat ini, DBD masih menjadi masalah kesehatan bagi masyarakat Indonesia. Terlebih, vaksin masih belum ditemukan dan dalam tahap percobaan sebagaimana tertulis dalam Bayer Environmental Science.

Oleh karena itu, Kemenkes mengajak masyarakat Indonesia untuk melakukan aksi pencegahan DBD yang dikenal dengan aksi 3M Plus.

Tiga M Plus tersebut antara lain sebagai berikut dilansir dari Kemenkes, Menguras Menguras merupakan kegiatan membersihkan/ menguras tempat yang sering menjadi penampungan air seperti bak mandi, kendi, toren air, drum, atau tempat penampungan air lainnya. Jangan lupa untuk menggosok dinding penampungan sebab telur nyamuk mungkin menempel.

Kegiatan ini harus dilakukan setiap hari pada musim hujan atau pancaroba guna memutus siklus hidup nyamuk yang dapat bertahan hingga 6 bulan. K

edua, menutup Menutup adalah kegiatan menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti bak mandi atau drum.

Kegiatan ini juga termasuk mengubur barang-barang bekas di dalam tanah agar tidak membuat lingkungan semakin kotor dan berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Ketiga, memanfaatkan kembali barang bekas yang bernilai ekonomis Daur ulang disarankan untuk mengurangi tempat perkembangbiakan nyamuk demam berdarah.

Lebih lanjut, yang dimaksud dengan Plus adalah bentuk upaya pencegahan tambahan seperti sebagai berikut, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk.

Menggunakan obat anti nyamuk, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi, gotong royong membersihkan lingkungan, periksa tempat-tempat penampungan air, meletakkan pakaian bekas pakai dalam wadah tertutup. Memberikan larvasida pada penampungan air yang sudah dikuras. Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar. Menanam tanaman pengusir nyamuk.

Marilah semua kita terapkan PHBS di lingkungan masing masing, mudah mudahan kita semuanya mendapatkan perlindungan dari Allah SWT, karena sekarang kita masih dalam masa pandemic yang entah kapan akan berakhirnya, ikhtiar adalah kewajiban kita, mencegah lebih baik dari pada mengobati. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *