ASI Eksklusif di Tengah Pandemi Covid-19

  • Whatsapp
Turinah, S.ST Ka. Instalasi Rawat Inap Ibu dan Anak RSI.Assyifa Sukabumi

Bismillahirrahmaanirrahim, Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Pembatasan sosial selama pandemi virus corona (Covid-19) menimbulkan kekhawatiran dan stres bagi banyak orang. Namun, orang tua dengan bayi dan anak memiliki kekhawatiran lain terkait perlindungan yang memadai untuk anak mereka.

Penularan virus Corona antar manusia bisa terjadi melalui kontak langsung, bisa juga melalui kontak tidak langsung, yaitu bila menyentuh benda yang telah terkontaminasi virus Corona. Seseorang juga bisa tertular Covid-19 bila tidak sengaja menghirup percikan air liur yang mengandung virus Corona, misalnya saat penderita batuk atau bersin.

Bacaan Lainnya

Gejala-gejala Covid-19 dapat muncul dalam waktu 2–14 hari setelah terjangkit virus Corona. COVID-19 pada ibu menyusui dapat menimbulkan gejala ringan seperti flu. Namun, serangan virus ini juga bisa menyebabkan ibu menyusui mengalami gejala yang lebih berat, seperti, demam, sesak napas, batuk kering atau berdahak, nyeri tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot dan lemas.

Selain beberapa gejala tersebut, infeksi virus Corona juga bisa menyebabkan gejala mual muntah, diare, dan batuk berdarah. Namun, gejala-gejala tersebut lebih jarang ditemukan.

Adapun langkah penanganan infeksi virus corona diantaranya, bila Busui mengalami gejala-gejala di atas, segeralah periksakan diri ke dokter untuk memastikan apakah gejala tersebut disebabkan oleh infeksi virus Corona atau bukan.

Bila hasil pemeriksaan dokter memastikan adanya infeksi virus Corona, Busui perlu dirawat di rumah sakit untuk mendapat pemantauan dan pengobatan dari dokter.

Namun, jika hasil pemeriksaan tidak menunjukkan adanya infeksi virus Corona, Busui dapat beristirahat di rumah dan mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan oleh dokter hingga gejala membaik. Selama beristirahat, Busui disarankan untuk tidak bepergian ke luar rumah.

Apakah Bayi Bisa Tertular Virus Corona Melalui ASI?

Sampai saat ini, belum ada penelitian atau laporan kasus yang menyatakan bahwa infeksi virus Corona dapat menular lewat ASI. Oleh karena itu, ibu menyusui yang terkena infeksi virus Corona masih boleh memberikan ASI atau menyusui bayinya.

Meski demikian, risiko bayi tertular infeksi virus Corona dari ibunya tetap ada. Penularan bisa terjadi ketika ibu menyusui yang terjangkit virus Corona menyentuh bayinya dengan tangan yang belum dicuci, juga ketika ibu menyusui batuk atau bersin di dekat bayinya.

Untuk mencegah penularan virus Corona pada bayi, ibu menyusui disarankan untuk, mengenakan masker saat berada di dekat bayi dan anak-anak, termasuk ketika sedang memberikan ASI, mencuci tangan dan membersihkan puting dan kulit di sekitarnya sebelum dan sesudah menyusui bayi, juga sebelum memerah ASI.

Memerah ASI, baik dengan pompa ASI maupun secara manual (hanya dengan tangan tanpa menggunakan alat), lalu memberikan ASI perah kepada bayi dengan botol susu yang bersih. Memberikan susu formula kepada bayi sebagai pengganti ASI, jika ibu tidak dapat menyusui.

Memerah ASI menjadi salah satu cara agar ibu tetap bisa menyusui meskipun bekerja atau memiliki banyak aktifitas.

Cara ini akan membuat ibu menjadi salah satu pelaku ASI eksklusif yang akan mempertahankan pemberian ASI hingga usia 2 tahun. ASI menjadi nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh bayi meskipun itu bisa diganti dengan susu formula (baca: manfaat susu formula untuk bayi).

Saat ini untuk memerah ASI bisa dilakukan dengan pompa khusus yang dirancang untuk memudahnya ibu menyusui. Namun memerah ASI dengan tangan menjadi hal paling alami yang bisa dilakukan oleh Anda.

Berikut ini adalah beberapa cara memerah ASI dengan tangan yang paling sering dilakukan oleh ibu di seluruh dunia.

Pertama, siapkan tempat ASI dan sterilkan. Di mana, sebelum memulai memerah ASI maka siapkan tempat penampungan untuk ASI. Tempat penampungan yang baik seperti tempat dengan bentuk lubang yang lebar sehingga tidak membuat ASI sulit untuk masuk.

Kemudian cuci bersih tempat ASI hingga steril. Pemmbaca bisa mencuci dengan air panas atau air mendidih. Termasuk untuk botol tempat penampungan ASI selanjutnya. Lakukan cara mencuci botol susu bayi yang benar dan steril. Usaha ini juga membantu ibu untuk melakukan cara menjaga bayi agar tidak mudah sakit karena terkena infeksi.

Kedua, cuci tangan sehingga tidak ada bakteri atau sumber penyakit yang bisa masuk ke dalam ASI. Ingat bahwa akan memerah ASI dengan tangan, jadi sumber infeksi terdekat bisa berasal dari tangan. Jika mencuci tangan dengan sabun maka bilas atau bersihkan berulangkali dengan air hangat. Jangan sampai tangan Anda juga terkena kontaminasi dari sabun yang bisa masuk ke dalam ASI.

Ketiga, Pilih Tempat. Salah satu kunci keberhasilan memerah ASI dengan tangan adalah suasana yang nyaman dan terhindar dari gangguan. Karena itu bisa memilih tempat yang nyaman, hangat dan suasana yang sangat tenang. Dukungan lingkungan ini bisa membuat pembaca berhasil memerah ASI dengan jumlah yang banyak dan tidak merasa tertekan. Cara ini juga seperti tips menyusui bayi di tempat umum agar hasil ASI yang diperoleh maksimal.

Keempat, langkah memijat payudara dan memerah ASI. Setelah merasa sangat nyaman dan tempat ASI sudah tersedia maka mulailah memijat payudara untuk memerah ASI, seperti berikut ini. Pijat payudara Anda dengan lembut dari bagian bawah ke arah puting selama kurang lebih 2-3 menit. Letakkan jari kelingking pada bagian bawang payudara menghadap tulang rusuk. Kemudian jari yang lain menyebar mengikuti fisik payudara dari bagian bawah.

Kemudian, Letakkan ibu jari dibagian atas puting payudara dengan jarak sekitar 3 cm. Lakukan gerakan pijatan dengan jari-jari payudara Anda seperti posisi tersebut, dan jika dilakukan berarah maka pijatan akan membantu huruf C yang terus mengecil saat mendekati puting payudara.

Ingat bahwa susu berasal dari bagian dalam payudara sehingga gerakan jari harus bisa mencapai bagian dalam payudara. Lakukan secara berulang sehingga gerakan pijatan bisa mengelilingi areola.

Rasakan kelembutan aliran susu dari bagian dalam payudara yang sangat alami dan usahakan untuk memijat dengan gerakan yang sama secara berulang-ulang.

Lakukan gerakan secara teratur dengan dan dalam waktu antara 2 – 3 menit maka susu akan keluar dari puting payudara.

Gerakan memerah ini bisa dilakukan secara berulang dengan memeras susu hingga susu bisa mengalir seperti ketika disusui oleh bayi. Jika air susu sudah mengalir dengan stabil maka atur posisi badan Anda sehingga memerah ASI bisa membuat tubuh Anda lebih nyaman.

Ketika aliran susu mulai menurun atau berkurang maka pindahkan gerakan pijatan ke bagian payudara yang lain. Setiap payudara akan menghasilkan susu dari banyaknya kelenjar susu dalam payudara. Tekanan yang berbeda akan membuat aliran susu dalam payudara menjadi lebih lancar.

Setelah susu yang dikeluarkan oleh satu payudara mulai menurun dengan semua gerakan pada payudara, maka ganti dengan payudara yang lain. Ambil semua susu dari payudara sehingga Anda memiliki banyak cadangan ASI. Langkah yang tepat metode ini bisa menjadi cara memperbanyak ASI yang menguntungkan untuk ibu dan bayi.

Mengingat masih minimnya informasi mengenai infeksi virus Corona pada ibu menyusui, penting bagi Busui untuk melakukan upaya pencegahan infeksi semaksimal mungkin. Dengan demikian, Busui dapat melindungi kesehatan diri maupun Si Kecil. (Sumber: alodokter & IBI). (*)

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *