Wujudkan Kabupaten Sukabumi Ramah dan Layak Anak, Ketua KPAID Minta DP3A Berperan Aktif

Imam Noeril
Ketua KPAID Kabupaten Sukabumi, Imam Noeril

SUKABUMI – Awal tahun 2022 Komisi Perlidungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Sukabumi sudah menerima 8 laporan mengenai kasus kekerasan, seksual, pemerkosaan, trafficking dan ekspolitasi terhadap anak di Kabupaten sukabumi.

Ketua KPAID Kabupaten Sukabumi, Imam Noeril menyampaikan, dalam minggu ini menerima sedikitnya 8 laporan mengenai kasus kekerasan, seksual, pemerkosaan, trafficking dan ekspolitasi terhadap anak.

Bacaan Lainnya

Belum lagi kasus-kasus yang lain yang terjadi seperti sodomi terhadap anak, akan tetapi orang tua korban enggan melaporkan kasusnya karena alasan malu, ujarnya.

Padahal Ini permasalahan serius, yang ditakutkan kami dari korban sodomi ini suatu saat akan melakukan hal yang sama kepada anak lainnya.

Maka dari itu kami berharap sinergitas yang terbangun dengan pemerintah daerah terutama Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak ( DP3A) Kabupaten Sukabumi maupun stakeholder lainnya bisa menghasilkan sebuah ide dan konsep besar yang bisa diturunkan sampai ke tingkat RT.

Khususnya dalam edukasi secara masif tentang bahaya kekerasan terhadap anak.

Kita harus fair bahwa peran pemerintah ada, tapi apakah sudah maksimal atau belumnya ini yang perlu dilakukan bersama-sama, tegasnya.

Sebab, pola ini tidak bisa dilakukan oleh KPAID sendiri, maupun pemerintah sendiri, melainkan harus dilakukan bersama. Terutama harapan besar kami peran aktif dari DP3A dalam permasalahan pemenuhan hak anak, harapnya.

“Kami KPAID Kabupaten Sukabumi akan terus berkordinasi dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan pengawasan terhadap pemenuhan hak-hak anak di Kabupaten Sukabumi, dan akan bekerja sama dengan elemen masyarakat agar lebih memperhatikan pemenuhan hak-hak anak sehingga menjadikan Kabupaten Sukabumi ramah dan layak anak, “tukasnya. (NR)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.