Walikota Sukabumi Kesal, Kolam Ikan Masjid Agung Jadi Tempat Berenang, Sampah pun Berserakan

Masjid Agung Kota Sukabumi
Kolam ikan yang terletak di pelataran Masjid Agung Kota Sukabumi digunakan berenang oleh sejumlah warga, Senin (10/1).

WALIKOTA Sukabumi, Achmad Fami menyesalkan adanya warga yang mandi di kolam ikan Taman Alun-Alun Kota Sukabumi atau tepatnya di pelataran Masjid Agung Kota Sukabumi.

Bahkan, taman yang baru saja diresmikan ini dikotori dengan kondisi sampah yang berseralan.

Bacaan Lainnya

Dalam postingan akun pribadi Instagaram orang nomor satu di Kota Sukabumi ini, terdapat sejumlah foto sampah berserakan. Tak hanya itu, terdapat yang memeperlihatkan warga tengah menggunakan kolam ikan yang berada di Masjid Agung Kota Sukabumi seperti kolam berenang.

“Sahabat Sukabumi, kebahagiaan kita dengan hadirnya wajah baru Kota Sukabumi jangan sampai tercoreng dengan perilaku yang tidak beradab.

Karena peradaban itu bukan sekedar membangun dan menata sebuah kota lebih baik tapi juga sejauh mana warga dapat menjaga dan memelihara hasil pembangunan tersebut,” ungkap Fahmi.

Fahmi menyesalkan atas terjadinya insiden itu. Apalagi, mengingat taman alun-alun ini baru selesai dilakukan pembangunan dan diresmikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat.

Selain itu, juga menyesalkan euforia positif saat peresmian harus tercoreng dengan perilaku pihak yang tidak bertanggung jawab ini.

“Seperti berserakannya sampah di saat telah disediakannya banyak tempat sampah. Kolam ikan yang digunakan berenang serta mandi anak-anak yang dibiarkan oleh orang tuanya,” ujarnya.

Dengan adanya kejadian itu, Fahmi berharap warga dapat memanfaatkan Alun-alun dan Lapang Merdeka sebagai ruang terbuka publik untuk saling bersilaturahmi dan berbagi keceriaan yang tentunya harus senantiasa terus terjaga sesuai peruntukannya.

“Mari kita rawat bersama hasil pembangunan ini dengan tidak hanya mengandalkan aparat semata karena ini,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Satpol PP Kota Sukabumi, Agus Wawan Gultom menambahkan, setelah adanya kejadian tersebut perlu terdapat papan pengumuman agar masyarakat mengetahui larangan tersebut. “Buat papan pengumuman dan diawasi,” singkatnya. (Bam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.