KEBONPEDES,RADARSUKABUMI–Puluhan warga Kecamatan Kebonpedes, mengikuti pelatihan pengolahan bank sampah di aula Kecamatan Kebonpedes, kemarin (1/5).
Hal ini, dimaksud untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mendaur ulang sampah.
Sehingga tumpukan sampah dapat diolah menjadi berbagai kerajinan rumah tangga.
Kepala Seksi (Kasi) Peningkatan Pengelola Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Dede Jaenudin mengatakan, pelatihan bimbingan teknik (Bimtek) ini untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah dan mengembangkan bank sampah.
“Hal ini, dilakukan agar timbunan sampah tidak menjadi mewabah dan berdampak buruk baik untuk lingkungan maupun untuk kesehatan warga,” jelas Dede kepada Radar Sukabumi, belum lama ini.
Untuk itu, pelatihan pengolahan sampah dan bank sampah, sangat penting disosialisasikan kepada masyarakat Kabupaten Sukabumi.
“Apabila tumpukan sampah dapat dikelola dengan baik, tentunya dapat menghasilkan nilai rupiah dan menjadi penghasilan tambahan keluarga,” paparnya.
Camat Kebonpedes, Ali Iskandar mengatakan, pemerintah Kecamatan Kebonpedes sangat mengapresiasi terhadap sikap DLH Kabupaten Sukabumi yang menyelenggarakan pelatihan pengolahan bank sampah terhadap warganya.
“Tumpukan sampah, jika tidak dikelola dengan baik, sampah itu dapat menyebabkan bencana alam.
Seperti banjir dan menimbulkan penyakit.
Apalagi, saat ini tengah memasuki musim hujan, tumpukan sampah menjadi sarang jentik nyamuk Demam Beradarah Dengue (DBD),” katanya.
Sebab itu, ia bersama beberapa para pemuda di wilayah Kecamatan Kebonpedes mengembangkan bank sampah dan setiap minggunya, mereka selalu berkeliling mencari sampah yang berserakan di TPS dan pemukiman penduduk.
“Setelah itu, kami daur ulang dan langsung kami angkut ke bank sampah,” timpalnya.
Upaya pengembangan bank sampah ini, sambung Ali, sebagai salah satu bentuk upaya pemerintah untuk menekan volume sampah yang cukup tinggi di tengah masyarakat.
“Sampah yang bisa didaur ulang ini. Di antaranya, sampah jenis plastik, botol aqua dan lainnya.
Sementara untuk sampah yang tidak bisa di daur ulang, biasanya kita bakar untuk dijadikan pupuk organik.
Hal ini, kami lakukan sebagai salah satu umpan untuk warga agar dapat menjadi pelopor kebersihan di lingkungannya,” pungkasnya.
(den/d)




