Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat di Kampung Kutamaneuh, RT 23/RW 11, Desa Cikujang, Kecamatan Gunungguruh, H. Dada (45) mengatakan, ia bersama warga lainnya berharap kepada pemerintah dan dinas terkait, untuk dapat segera membantu memperbaiki saluran irigasi yang jebol akibat bencana alam tersebut.
“Iya, ini sudah bertahun-tahun dibiarkan rusak dan tidak ada perhatian dari pemerintah. Makanya, kami bersama warga lainnya langsung berjibaku memperbaiki bendungan itu dengan peralatan seadanya,” kata H. Dada.
Perbaikan irigasi yang dilakukan warga secara swadaya ini, jelas H. Dada, hanya bersifat sementara atau tidak permanen. Ini terpaksa mereka lakukan. Karena, keterbatasan anggaran. “Iya, bendungan itu kami buat dengan menggunakan bambu. Kalau hujannya deras atau lagi banjir bandang, kayanya bisa rusak lagi bendungan yang kami buat itu,” imbuhnya.
“Untuk itu, kami berharap pemerintah dapat segera meninjau ke lokasi bendungan untuk melihat secara langsung kondisi petani di wilayah ini,” pungkasnya. (Den)






