Warga Ciasahan Sukabumi Keracunan, Kentang Goreng jadi ‘Tersangka’

Puskesmas Jampangtengah
alah seorang warga Kampung Ciasahan, RT 11/03, Desa Sindangresmi, Kecamatan Jampangtengah, saat mendapatkan tindakan medis di Puskesmas Jampangtengah.

SUKABUMI – Pusat Kesehatan Masyarakat Jampangtengah mengalami kendala saat melakukan observasi terkait keracunan makanan yang dialami delapan warga di Kampung Ciasahan, RT 11/03, Desa Sindangresmi, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi.

Sebab makanan yang diduga mengandung racun pada nasi kotak acara akikahan warga setempat sudah habis, sehingga tidak ada yang bisa dijadikan sample.

Bacaan Lainnya

“Kita juga sudah melakukan observasi. Namun, sewaktu hendak mengambil makanan yang disantap warga dari kegiatan syukuran itu, untuk dijadikan sample, sebagian makananya sudah pada habis,” kata Kepala Puskesmas Jampangtengah dr Imanuel kepada Radar Sukabumi, Kamis (20/1).

Imanuel mengatakan, Puskesmas Jampangtengah yang menangani langsung penanganan medis terhadap delapan warga yang menjadi korban keracunan makanan. Untuk memastikannya, diperlukan sample makanan yang dimakan delapan warga tersebut.

“Namun, untuk mengambil sample untuk dijadikan pengkajian di laboratorium, kami kesulitan karena sebagian makanannya sudah pada habis.

Hanya saja, sampel air yang sudah kita ambil dan sampel makanan hanya tersisa dagingnya saja. Iya, sample makanan itu, sudah kami bawa dan dikirim ke Labkesda,” paparnya.

Berdasarkan observasi petugas medis dari keterangan korban, ujar Imanuel, dugaan tertuju pada sambal kentang goreng.

“Iya, katanya setelah makan sambal kentang goreng itu, mereka langsung terasa pusing dan malamnya diare. Jadi, setiap pasien tidak menyadari dan dikira sakit biasa. Sehingga informasi telat diketahui.

Jadi, penyebab sakit belum diketahui secara pasti,” tandasnya.

Meski demikian, pihaknya memastikan seluruh korban yang mengalami keracunan itu, kini kondisinya sudah membaik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.