Tumpukan Sampah di Padabeunghar Sukabumi Bikin Enek

Sampah Padabeunghar Sukabumi
Kepala Desa Padabeunghar, Ence Rohendi, saat memasang spanduk larangan buang sampah sembarangan di bahu jalan

SUKABUMI – Kesedaran warga Kabupaten Sukabumi dalam menjaga kebersihan lingkungan masih rendah. Ini terbukti dengan masih mudahnya ditemukan tumpukan sampah berserakan di beberapa ruas jalan raya yang ada di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Salah satunya, tumpukan sampah di bahu ruas Jalan Raya Provinsi Jawa Barat, tepatnya di jalan Padabeunghar – Jampangtengah, Gunungsireum.

Bacaan Lainnya

Kondisi tumpukan sampah tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun. Tampak dari pijalan tumpukan sampah jenis plastik dan jenis sampah lainnya yang sulit didaur ulang masih berserakan di pinggiran jalan yang berstatus jalan kabupaten tersebut.

Kepala Desa Padabeunghar, Ence Rohendi kepada Radar Sukabumi mengatakan, ketiadaan lahan untuk tempat penyimpanan sampah sementara mengakibatkan timbunan sampah berserakan di pinggiran jalan raya provinsi. Hal tersebut menyebabkan terlihat kumuh.

“Iya, tentu kami miris sekali jika melihat tumpukan sampah yang sudah menggunung dan berserakan di pinggiran jalan provinsi ini,” kata Ence kepada Radar Sukabumi pada Selasa (10/07).

Untuk itu, ia langsung turun tangan dan memasang spanduk larangan buang sampah di lokasi pinggir jalan raya tersebut. “Pembuangan sampai di pinggir jalan itu, sangat menyalahi aturan yah. Karena, sudah jelas itu bukan tempat pembuangan sampah,” bebernya.

Masyarakat diingatkan untuk membuang sampah pada tempat yang telah ditentukan oleh pemerintah, seperti di tempat sampah yang tersedia atau tempat pembuangan akhir sampah guna mencegah kerusakan lingkungan dan mencegah timbulnya penyakit.

“Kebanyakan, tumpukan sampah yang berserakan di pinggir ruas jalan raya provinsi, merupakan sampah buangan dari luar desa kami. Jadi, mereka saat melintas jalur ini, sambil membuang sampah ke pinggir jalan,” ujarnya.

Sampah-Padabeunghar-SukabumiSeorang warga Kampung Jeleubud, Desa/Kecamatan Jampangtengah, Kusmana (37) mengatakan, tumpukan sampah yang berserakan di pinggir jalan Provinsi itu, selain dapat menyebabkan potensi bibit penyakit, juga telah merusak kebersihan lingkungan. Terlebih lagi, tumpukan sampah tersebut berada di bahu jalan yang kerap dilintasi pengguna lalu lintas.
“Akibat tumpukan sampah tersebut, saya saat mengemudikan motor harus meningkatkan kecepatannya, iya karena bau sampah sangat mengganggu,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pemuda Peduli Lingkungan Sukabumi (PPLS) Sukabumi, Taufik sangat menyesalkan dengan kebiasaan masyarakat yang membuang sampah sembarangan dan sikap pemerintah yang tidak menyediakan tempat pembuangan sampah (TPS).

“Untuk itu, perlu adanya kerja sama yang baik dengan semua elemen. Seperti halnya, masyarakat sebagai pelaksana dan pihak pemerintah daerah sebagai fasilitator. Sehingga sampah tidak menumpuk di pinggir jalan,” katanya.


Tumpukan sampah, ujar Taufik, selain bisa menimbulkan banyak penyakit juga dapat menyebabkan bencana. Sebab itu, warga dan pemerintah daerah harus bisa mengurangi bahan yang menghasilkan sampah.

“Tumpukan sampah selain dapat mencemari air dan tanah yang berada di sekitarnya, juga dapat mempercepat pemanasan global karena menghasilkan gas metan Ch4 yang bisa merusak atmosfer,” pungkasnya. (Den)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *