Kini, di 2025, pemerintah kembali menegaskan komitmennya. “Kami sudah laporkan berjenjang. Semua pihak tengah mencari solusi agar bantuan bisa segera terealisasi,” tegas Amad Amin.
Kisah Mak Nengsih mencerminkan tantangan klasik dalam program Rutilahu: kebutuhan mendesak yang terkadang terhambat oleh faktor nonteknis. Meski masyarakat siap bergotong royong, sinkronisasi antara pemerintah dan keluarga menjadi kunci agar rumah layak huni benar-benar terwujud.
“Intinya, kami akan terus mendukung dan membantu. Kondisi rumah Mak Nengsih sangat memprihatinkan dan harus segera dibangun agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.(den/d)






