Terdakwa Sabu 480 M Dituntut Mati

  • Whatsapp

SUKABUMI – Perkara hukum kepemilikan narkotika jenis sabu jaringan internasional yang diungkap jajaran Satgas Merah Putih Bareskrim Mabes Polri di Perumahan Taman Anggrek Jalan Myltonia D 8, No D7/12, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, memasuki babak baru.

Dimana, para terdakwa ini kembali menjalani persidangan dengan agenda tuntunan yang disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi.

Bacaan Lainnya

Ke-14 terdakwa, termasuk empat diantaranya Warga Negara Asing (WNA) asal Iran dan Pakistan, dituntut hukuman mati oleh JPU Kejar Kabupaten Sukabumi. Para terdakwa melalui penasihat hukumnya mengajukan pledoi atas tuntutan yang dibacakan oleh JPU.

JPU yang dipimpin oleh Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Kabupaten Sukabumi, Dista Anggara, Dhafi Arsyad, Mat Yasin dan Ferdy Setiawan membacakan tuntunan kepada masing-masih terdakwa kepemilikan sabu senilai Rp 480 miliar tersebut.

“Para terdakwa terbukti bersalah sesuai dengan Dakwaan primer Pasal 114 ayat 2 jo 132 ayat saat UUD 35 2009 tentang narkotika. Para terdakwa dituntut hukuman mati,” bunyi tuntutan yang disampaikan JPU, Dista Anggara yang juga merupakan Kasi Pidum Kejari Kabupaten Sukabumi pada sidang yang digelar secara virtual, Kamis (4/3).

JPU menilai, apa yang dilakukan oleh para terdakwa itu merugikan bangsa dan negara serta membahayakan generasi penerus bangsa serta ketahanan nasional. JPU tidak melihat hal-hal yang meringankan dari para terdakwa. Serta para terdakwa telah menikmati hasil dari tindak pidananya.

“Kami JPU dalam perkara ini dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan yang bersangkutan, menuntut para terdakwa dengan hukuman mati,” tegas dalam pembacaan tuntutan.

Sementara itu, Dedi Setiadi kuasa hukum para terdakwa yang berdomisili di Sukabumi menambahkan, atas tuntutan yang dibacakan oleh JPU Kejari Kabupaten Sukabumi, khusus terhadap para pelaku yang berdomisili di Sukabumi, para terdakwa mengajukan pledoi.

“Kita mempersiapkan pledoy. Tentunya saya selaku PH, tatap harus membela mereka. Soalnya dari empat orang itu berbeda-beda perannya. Sidang selanjutnya tanggal 15 Maret,” bebernya.(upi/t)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *