KABUPATEN SUKABUMI

Sukabumi Siaga Bencana: FPRB Resmi Bergerak, Encep Hadiana Pimpin Forum

×

Sukabumi Siaga Bencana: FPRB Resmi Bergerak, Encep Hadiana Pimpin Forum

Sebarkan artikel ini
SAMBUTAN : Bupati Sukabumi, Asep Japar saat memberikan sambutan pada pelantikan pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Sukabumi periode 2025–2030 di Gedung Negara Pendopo Sukabumi.
SAMBUTAN : Bupati Sukabumi, Asep Japar saat memberikan sambutan pada pelantikan pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Sukabumi periode 2025–2030 di Gedung Negara Pendopo Sukabumi.

SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi kembali menegaskan komitmennya dalam membangun daerah yang tangguh menghadapi bencana. Kamis (25/9/2025), Bupati Sukabumi Asep Japar melantik pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) periode 2025–2030 di Gedung Negara Pendopo Sukabumi. Encep Hadiana resmi menjabat sebagai ketua forum.

Dalam sambutannya, Asep menekankan bahwa FPRB bukan sekadar lembaga formal, melainkan mitra strategis dalam mendampingi masyarakat menghadapi potensi bencana.

Bank bjb Tandamata

“Forum ini harus menjangkau hingga ke tingkat desa agar kesiapsiagaan lebih merata. Kami mendukung penuh langkah positif FPRB,” ujar Asep.

FPRB Sukabumi terdiri dari berbagai elemen masyarakat—tokoh agama, akademisi, aktivis sosial, relawan, hingga komunitas pemuda. Komposisi ini diyakini menjadi kekuatan sosial dalam membangun jejaring mitigasi yang inklusif.

Kabupaten Sukabumi dikenal sebagai daerah rawan bencana, mulai dari gempa dan tsunami akibat kedekatannya dengan Samudra Hindia, hingga longsor dan banjir bandang di wilayah perbukitan. Data BPBD mencatat puluhan kejadian bencana setiap tahun, dengan ribuan warga terdampak.

“Ketangguhan bukan hanya tugas pemerintah atau relawan. Ini tanggung jawab bersama. Dengan gotong royong, kita bisa wujudkan Sukabumi yang lebih aman,” tegas Asep.

Ketua FPRB KH. Encep Hadiana menyampaikan bahwa forum ini hadir bukan hanya saat bencana terjadi, tetapi juga untuk membangun budaya kesiapsiagaan.

“Kami ingin menggeser paradigma dari responsif menjadi preventif. Keberagaman anggota forum adalah kekuatan untuk mendorong kesadaran mitigasi di masyarakat,” ujarnya.