Dirinya meminta, pemerintah seharusnya mengsosialisasikan kenaikan harga BBM ini kepada masyarakat. Jangan sampai terkesan mencekik secara perlahan. Selain itu, dirinya mempertanyakan para aktivis yang dulu selalu menyuarakan aspirasi rakyat setiap ada kenaikan BBM.
“Baiknya sebelum dinaikan, sosialisasikan dan pertimbangkan dari berbagai aspek. Apa memang daya beli masyarakat sudah mampu, atau kesejahteraan masyarakat kita sudah siap. Jadi jangan seenaknya begini,” imbuhnya.
Dihubungi terpisah, Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara membenarkan jika sejak hari kemarin terdapat kenaikan pada BBK atau bahan bakar minyak non subsidi. Namun begitu, pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena memang kebijakan tersebut datangnya dari pusat.
“Ya benar, mulai 1 Juli ini ada ada kenaikan yang rata-rata Rp 600 sampai Rp 900 satu liternya, kami tidak bisa berbuat banyak karena itu merupakan kebijakan Pertamina,” pungkasnya.
(Cr15/t)





