“Restoran yang menyajikan ikan segar hasil tangkapan lokal juga memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan, terutama jika dikemas dengan konsep yang khas dan otentik,” terangnya.
Luki juga menekankan pentingnya pelestarian budaya masyarakat nelayan sebagai bagian dari kekayaan lokal. Tradisi Hari Nelayan Ujung Genteng, yang telah berlangsung selama 59 tahun, menjadi bukti nyata bahwa budaya pesisir masih hidup dan lestari.
“Tradisi ini bukan hanya wujud syukur atas hasil laut, tetapi juga atraksi budaya unik yang menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara,” katanya.
Ia berharap, dengan dukungan berbagai pihak, tradisi Hari Nelayan Ujung Genteng terus dipertahankan dan dikembangkan sebagai bagian dari promosi pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi. (ndi/d)






