KABUPATEN SUKABUMI

Soal Beras, Pemkab Masih Kewalahan

×

Soal Beras, Pemkab Masih Kewalahan

Sebarkan artikel ini

“Kalau abah pribadi setiap panen menyisihkan stok gabah kering untuk konsumsi di rumah. Jadi jika langka dan mahal tidak terlalu kerepotan,” tukasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Sukabumi, Asep Hikmat mengaku, beras premium dari Sukabumi tidak sedikit yang dijual ke daerah lain karena alesan harga. Selain itu, Pemerintah saat ini masih kekurangan gudang untuk menampung hasil penen para petani.

Bank bjb Tandamata

“Gabah dari Sukabumi seringkali dibawa ke luar daerah karena gudang sendiri tidak mencukupi untuk penyimpanan gabah. Rencananya DKP akan membuat gudang di Palabuhanratu, Sagaranten dan Jampangkulon,” tambahnya.

Adapun fluktuasi harga beras saat ini di pasaran, lanjut Asep, dikarenakan faktor ketidak stabilan hasil panen. Selain itu, panen raya akan tiba dua bulan mendatang sehingga terjadi lonjakan harga.

“Kami dengan stakeholder lainnya melakukan operasi pasar untuk menekan harga dan berusaha memenuhi kebutuhan. Dari aspek pemberdayaan, DKP juga membina kelompok tani agar menajdi unit bisnis melalui pengolahan gabah menjadi beras,” pungkasnya. (cr15/d)