Bencana Alam KabKABUPATEN SUKABUMI

Sering Kebanjiran, Petani Nyalindung Ajukan TPT

×

Sering Kebanjiran, Petani Nyalindung Ajukan TPT

Sebarkan artikel ini

RADARSUKABUMI.com – NYALINDUNG— Seringnya kejadian lahan pertanian yang terendam luapan air, Puluhan petani di Kampung Cinyumput, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, mendambakan pembangunan tembok penahan tanah (TPT) untuk menjaga lahan pertanian padi agar tidak terendam air dari luapan sungai Citalahab.

Menurut petani, jika musim hujan tiba, lahan pertanian warga terancam gagal panen. Lantaran, air kerap meluap hingga menerjang puluhan hektare lahan pertanian.

Bank bjb Tandamata

Seorang petani asal Kampung Cinyumput, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Asep (60) mengatakan, lahan pesawahan Cigugur seluas 30 hektare yang berada di samping sungai Citalahab ini, hampir 30 persen tidak bisa ditanami padi. Sebab, pembatas lahan pesawahan warga mengalami kerusakan setelah diterjang bencana banjir pada awal 2018 lalu.

“Pembatas sawah dengan sungai Citalahab yang dibangun menggunakan beronjong batu ini, mengalami kerusakan sepanjang 50 meter dengan ketinggian 3 meter. Dampaknya, saat ini sebagian lahan pertanian padi tidak bisa digarap,” kata Asep kepada Radar Sukabumi, kemarin (16/9).

Apabila musim hujan, sambung Asep, para petani di sawah Cigugur, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, terpaksa harus bekerja keras lagi. Mereka membenahi galeng atau pembatas sawah yang rusak akibat diterjang banjir dari luapan sungai Citalahab.

“Banyak lahan pertanian di sawah Cigugur yang rusak karena diterjang arus deras sungai Citalahab yang tanggulnya jebol,” imbuhnya.