SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Pemerintah Kabupaten Sukabumi menebang sejumlah pohon mahoni di sepanjang Jalan raya Pangleseran-Cibatu, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (2/4). Hal tersebut sebagai bentuk antisipasi terjadinya pohon tumbang.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Kecamatan Cikembar, Sudarmat mengatakan, pohon-pohon tersebut ditebang atas permohonan warga setempat kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi.
Sudarmat mengungkapkan, sepanjang musim hujan tahun ini, terdapat dua kali peristiwa pohon tumbang hingga menimpa rumah penduduk dan kendaraan bermotor yang terjadi di sepanjang ruas jalan tersebut.
“Nah, untuk mengantisipasi bencana serupa, warga meminta kepada pemerintah untuk menebang pohon yang dinilai berbahaya serta berpotensi tumbang. Iya, salah satunya pohon yang sudah lapuk,” kata Sudarmat kepada Radar Sukabumi pada Minggu (03/04).
Koordinator Pengawas UPTD PU Wilayah II Cibadak, Irpan Nurpai mengatakan, penebangan dilakukan setelah adanya permohonan dari warga setempat kepada Dinas PU Kabupaten Sukabumi disertai surat perizinan dari pemerintah desa hingga pemerintah kecamatan setempat. “Pohon mahoni yang kita tebang saat ini memiliki diameter cukup besar sekitar 80 centimeter,” jelasnya.
Pohon mahoni yang saat ini ditebang memiliki tingkat kerawan yang cukup membahayakan. Sebab, selain dekat dengan rumah penduduk juga dikhawatirkan tumbang hinga menimpa pengendara lalu lintas, baik roda dua maupun roda empat.
“Cukup rawan, karena terlalu dekat dengan pemukiman warga. Terlebih lagi, batang pohonnya juga terlihat rapuh,” paparnya.
Salah seorang warga, Kampung Tanjakanlengka, Kedusunan Mekarsari, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, Endang (42) mengatakan, atas nama warga setempat mengucapkan banyak terimakasih kepada pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi yang sudah cepat tanggap terkait laporan atau permohonan masyarakat perihal keberadaan pohon mahoni tersebut.
“Kalau sedang hujan lebat disertai angin kencang, warga disini khawatir pohon itu tumbang hingga menimpa rumah penduduk. Karena, memang jaraknya sangat berdekatan dengan rumah warga,” pungkasnya. (Den/t)




