“Nah itu juga saya rasa gak betul, katanya musuhan sama ratu pantai selatan padahal itu gak bener, alasannya dulu tahun berapanya lupa terjadi laka laut di pantai Karanghawu, padahal yang mandi dipantai itu ngeyel, meski sudah dikasih tau, pas ada kejadian kebetulan orang Bandung begitu ceritanya dulu, gak tau bener gak tau gak juga,” bebernya.
“Saat itu katanya penjaga pantai melakukan himbauan kepada sekumpulan pengunjung yang berenang di pantai, hei jangan berenang disitu arusnya kuat dan berbahaya, malah di jawabnya saya pandai, jago berenang, sombong dia pengunjung itu, terjadilah laka,” ucapnya.
Masih kata Komar, padahal secara pemikiran logika orang boleh pintar dan jago berenang saat di kolam dengan air tenang, harusnya bisa membedakan saat berenang di pantai atau laut.
“Berenang di kolam dan di laut itu beda, di kolam itu tenang airnya tawar, di laut ada arus kuat, ombaknya kuat,” tandasnya. (Cr2/d).






