Sampah Gunung Salak Dibersihkan

BERSIHKAN SAMPAH: Sejumlah Mahasiswa bersama pelajar dan dibantu masyarakat pada saat melakukan bersih-bersih sampah di Jalur Pendakian aman Nasional Halimun Salak (TNGHS).

SUKABUMI — Dalam rangka mempringati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) seluruh Taman Nasional di Indonesia melakukan aksi bersih-bersih sampah bekas wisatawan minat khusus atau para pendaki yang berkunjung.

Tak terkecuali, di Taman Nasional Halimun Salak (TNGHS) yang ikut melakukan bersih-bersih sampah disekitaran jalur pendakian hingga resort yang berada di kawasan TNGHS. Hasilnya, sekitar setengah ton lebih sampah dapat dikumpulkan relawan gabungan.

Bacaan Lainnya

Kepala Balai Balai Taman Nasional Halimun Salak Ir. Awen Supranata mengatakan, sebetulnya kegiatan peringatan HPSN jatuh pada bulan kemarin, namun berdasarkan intruksi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), bahwa kegiatan HPSN harus diulang peringatannya ke hari ini (Senin 4/3).

“Bersih-bersih sampah tak hanya dilakukan di resort wilayah Cidahu saja, di wilayah Bogor dan Banten juga, sama melakukannnya dibawah komando para karyawan kami melakukan hal yang sama,” jelas Ir Awen kepada koran ini, kemarin (4/3).

Dalam pelaksaanya pada relawan yang terdari dari beberapa unsur masyarakat dan aparat ini dibagi grup, untuk melakukan sapu bersih sampah di eman titik yang sudah ditentukan.

Tercatat ada sekitar 86 orang lebih yang ikut dalam kegiatan ini, sementara untuk wilayah yang dibersihkan meliputi area air terjun dua undak, air terjun empat, area resort hingga area camping ground Lembah Damar.

Selain itu juga, tim lain melakukan penyisir jalur Kawah Ratu dengan jarak tempuh berkisar dua jam perjalanan jalan kaki atau sekitar 5 Kilometer.

“Ini adalah sebuah pengingat para pengunjung baik itu pendaki atau wisatawan minat khusus agar tidak sembarangan membuang sampah. Selain itu kami mengajak untuk peduli sampah, jangan hanya datang mengotori saja tapi sampahnya harus dibawa,” cetusnya.

Untuk saat ini pihaknya masih melakukan kerjasama dengan dinas kebersihan Kota Sukabumi terkait pengelolaan sampah, sehingga ketika sampah kita banyak maka kita akan kirimkan sampah tersebut ke Kota Sukabumi untuk didaur ulang.

“Semoga aksi ini bisa menyadarkan dan mengurangi sampah yang berada di kawasan TNGHS,” tukasnya.

Sementara salah seorang Mahasiswa dari Mapalu UMMI Sukabumi Sofia mengatakan, bahwa dirinya mengikuti kegiatan ini agar ikut menyadarkan masyarakat khususnya para pendaki agar peduli sampah.

“Tadi banyak sampah plastik yang ditemukan, semoga kedepan para pedaki lebih tertib lagi soal sampah,” tukasnya.

Diketahui sebelumnya, TNGHS memberikan piagam penghargaan kepada dua orang warga yang telah menyerahkan lahan garapan di kawasan Taman Nasional secara sukarela kembali ke Negara. Ada sekitar satu hektar lebih yang diserahkan kembali kepada negara. (hnd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *