Namun, pihaknya tidak bisa menyesaikannya secara sekaligus. Terlebih tradisi tersebut hanya dilakukan satu tahun sekali sebagai pesta rakyat dan anak-anak didik DTA.
“Terkait tradisi samenan ini, MUI belum bisa bersikap sekaligus. Karena memang, jika dibandingkan dengan kemacetan akibat pabrik, ini jauh lebih singkat,” singkatnya.
(Ren)





