“Ini kan jalan nasional tentunya banyak pengguna jalan. Seharusnya mengalihkan acara sekolah dengan menggunakan jalan warga yang akan lebih meriah,” jelasnyaHal senada dikatakan warga lainnya, Resa Sabrina (27).
Menurutnya, acara kenaikan kelas ini memang harus meriah dengan corak identitas Sukabumi. Tinggal bagaimana mengemasnya dengan baik yang tidak berdampak pada tanggapan warga yang beda.
“Apalagi sekolah yang melaksanakan acara samenan ini. Hingga berjubel dan memakan jalan hingga habis karena minim mengatur jalan,” katanya.
Di tempat terpisah, Kadishub Kabupaten Sukabumi, Thendy Hendrayana menambahkan, dalam persoalan ini semua pihak harus saling berlapang dada. Pasalnya, di sisi lain hiburan tersebut merupakan bagian kegiatan yang tak bisa dilepaskan dari masyarakat Sukabumi.
Namun ia menghimbau, supaya pelaku hiburan menghormati juga pengguna jalan raya lainnya.”Saling menghormati saja, pengguna hormati kegiatan warga yang setahun sekali begitu pun sebailknya,” singkatnya.
Dihubungi terpisah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi, O Komarudin menambahkan, tradisi karnaval samenen setiap tahunnya sempat menjadi bahasan di MUI maupun pemerintah.





