Lebih lanjut dirinya mengatakan, sejumlah bakal calon kedepan membawa satu gagasan dan terobosan yang terukur untuk kemajuan Kabupaten Sukabumi, bukan hanya visi dan misi yang tercipta saat ngopi saja, tapi sebelumnya perlu perhitungan matang. Mengurus Kabupaten Sukabumi dengan 47 Kecamatan bukan hal yang mudah. Maka, sudah sepantasnya dirinya berbicara bahwa jika ada yang mau mengajukan diri sebagai wakil bupati atau bupati sekalipun harus membawa satu gagasan nyata kedepan untuk kemajuan Kabupaten Sukabumi.
“Ia dong, kalau hanya gagasan dimulut saja kita bisa Copy Paste dari Google, namun apakah bisa dilaksanakan secara baik di lapangan atau tidak kan belum tau juga. Maka, kedepan saya berharap para bakal calon itu harus yang realistis bukan hanya angin surga saja. Intinya kerja nyata yang diharapkan masyarakat sekarang bukan hanya mengkritik saja, tapi kritiknya lebih kepada membangun dalam balutan satu gagasan, “terangnya.
Saat ditanya soal gagasan yang akan dibawa jika ditakdirkan mendampingi Bupati Marwan Hamami pada pemilu 2020 dirinya secara tegas menjawab bahwa gagasan dirinya sudah jelas yakni gerakan literasi berbasis Al-quran, Membangun masyarakat Kabupaten Sukabumi dengan Al-Qur’an dan berikutnya gerakan memakmurkan Anak Yatim dan fakir miskin. Makmur yatimnya, makmur warganya.
Dengan memiliki pengalaman sebagai wakil rakyat adalah modal yang utama, karena pada dasarnya menjadi pemimpin itu bisa bermamfaat kepada masyarakat dan memili dampak terhadap kemajuan masyarakat. “Ya jelas dong, gerakan yang selama ini dirintis, mulai dari gerakan Jumat Keliling, Wakaf Alquran, hingga tradisi menyantuni anak yatim dan piatu yang belum aqil akan digunakan sebagai visi dan misi untuk Kabupaten Sukabumi nantinya, “jelasnya.





