SUKABUMI — Humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al-Mulk Lembursitu, Kota Sukabumi, Asep Andi, akhirnya buka suara terkait tiga orang remaja yang diduga menjadi korban tindak pidana penganiayaan atau pengeroyokan.
Dari tiga korban tersebut, satu diantaranya berinisial RR (25) warga Perum Mangkalaya, Desa Cibolang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, dikabarkan meninggal dunia, saat mendapatkan penangan medis.
Sementara, dua korban lainnya berinisial AP (20) warga Gedong Panjang, Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi dan DH (24) asal warga Jalan Baru Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, masih mendapatkan penanganan medis.
“Kami menerima tiga pasien atau korban dugaan pengeroyokan dengan luka terbuka itu, pada Rabu (26/2) subuh,” kata Asep pada Jumat (28/02).
Menurut Asep Andi, pasien pertama dan kedua, yakni RR yang merupakan kader GMNI Sukabumi dari mahasiswa STH Pasundan dan DH, tiba sekitar pukul 04.00 WIB, disusul pasien ketiga, AP, yang datang sekitar pukul 06.00 WIB.
“RR mengalami luka robek di kaki kiri dengan perdarahan aktif, sementara DH mengalami luka di punggung, kaki, dan dahi. Keduanya datang diantar oleh teman mereka,” ujar Asep.
Setelah dilakukan penanganan, dokter memutuskan untuk merujuk RR dan AP ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi. Namun, pihak keluarga memilih membawa mereka secara mandiri tanpa menunggu proses rujukan dari RSUD Al-Mulk.






