SUKABUMI — Pemerintah Kabupaten Sukabumi kembali menggulirkan program bantuan stimulan untuk mengatasi persoalan rumah tidak layak huni (rutilahu). Pada tahun 2025, sebanyak 780 unit rumah ditargetkan mendapat perbaikan melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp15 miliar.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya bertahap pemerintah daerah dalam menekan angka rutilahu yang masih tinggi.
“Tahun 2025 ini, kami siapkan sekitar 780 unit. Jumlahnya bertahap karena disesuaikan dengan data dan kemampuan anggaran,” ujar Sendi saat ditemui di Gedung Pendopo Sukabumi, Kamis (20/11).
*662 Ribu Rumah Masuk Kategori Rutilahu*
Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat sekitar 662 ribu unit rumah di Kabupaten Sukabumi yang masuk kategori tidak layak huni. Namun, Sendi menegaskan bahwa angka tersebut masih perlu diverifikasi ulang.
“Perlu dicek lagi, apakah semuanya benar-benar rutilahu atau hanya rusak ringan, sedang, atau akibat bencana,” jelasnya.
Verifikasi menyeluruh akan dilakukan tahun depan untuk memastikan intervensi tepat sasaran. Tahun 2024, misalnya, tercatat ada 4.200 rumah rutilahu yang perlu ditinjau kembali apakah sudah mendapat bantuan dari pemerintah pusat, provinsi, atau kabupaten.
*Bantuan Rp20 Juta per Unit, Swadaya Jadi Kunci*
Setiap unit rumah akan menerima bantuan sebesar Rp20 juta. Namun, bantuan ini bersifat stimulan dan pelaksanaannya mengandalkan gotong royong masyarakat.
“Ini bukan sekadar soal anggaran, tapi juga semangat kebersamaan. Masyarakat dilibatkan langsung dalam proses pembangunan,” kata Sendi.
*Kolaborasi Jadi Strategi Percepatan*
Sendi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pengurangan jumlah rutilahu. Ia mengapresiasi kontribusi lembaga sosial, organisasi kemasyarakatan, dan pihak swasta yang turut membantu di luar program pemerintah.
“Kalau hanya mengandalkan pemerintah, tidak akan cukup. Tahun depan kami ingin memperkuat kolaborasi ini agar hasilnya lebih signifikan,” pungkasnya.(den/d)






