PALABUHANRATU – Ribuan wisatawan datangi kawasan objek wisata CPUGGp (Ciletuh Palabuhanratu Unesco Global Geopark) Kabupaten Sukabumi pada malam pergantian tahun baru 2025. Rabu, (1/1/2025).
Namun begitu, menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman, wisatawan yang berkunjung ke Palabuhanratu di malam pergantian tahun baru 2025 mengalami penurunan, hal itu berdasarkan hasil pemantauanya bersama unsur terkait lainnya dimana area parkiran tidak terlalu banyak kendaraan.
“Saya smonitoring tadi malam ke sejumlah hotel pengunjungnya sekitar 30 persen, beda dengan tahun lalu yang mencapai 90 persen,” ungkap Ade.
“Kita juga sudah menghimbau kepada wisatawan agar kebersihan bisa benar-benar terjaga, semoga di tahun 2025 ini Kabupaten Sukabumi semakin maju dan pembangunan daerah semakin lebih baik,” ucapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Sendi Apriadi berdasarkan laporan dari personel dan hasil pengecekannya dilapangam yang dilakukan menjalam malam pergantian tahun sepanjang kawasan pantai mulai dari ujung selatan hingga ujung barat yakni mulai dari pantai Palangpang, Palabuhanratu hingga pantai di Cisolok diperkirakan jumlah pengunjung sekitar 8.750 an orang.
“Tercatat oleh tim lapangan pada malam tahun baru 2024 – 2025 ini, di sepanjang pantai Cisolok, Palabuhanratu dan sekitarnya serta Palangpang kurang lebih sekitar segitu,” ujar Sendi.
“Kalau dari pantauan dan laporan dilapangan, objek wsiata paling banyak dikunjungi tadi malam, kawasan alun alun laut Gadobangkong, pantai Karanghawu Cisolok dan juga wilayah selatan disana, cukup ramai di malam pergantian tahun baru,” imbuhnya.
Meski begitu, Sendi mengaku jumlah kunjungan wisatawan ke pantai CPUGGp tersebut menurun dibanding pada momen malam pergantian tahun pada 2023 lalu yang diperkirakan mencapai sekitar puluhan ribuan.
“Kalau dibandingkan dengan tahun lalu, sekarang turun signifikat, tahun lalu tercatat hampir 25ribuan dimalam tahun baru 2023-2024,” jelasnya.
Lanjut Sendi, banyak faktor yang mempengaruhi penurunan jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan CPUGGp pada malam pergantian tahun 2024 – 2025 ini, salah satunya masifnya pemberitaan ataupun informasi tentang bencana alam banjir dan bencana tanah longsoran yang terjadi di kabupaten Sukabumi.
“Dan juga informasi prakiraan cuaca cukup mempengaruhi rendahnya minat kunjungan wisatawan di penghujung tahun 2024 ini,” terangnya. (Ndi).






