KABUPATEN SUKABUMI

Retakan Tanah di Nyalindung Sukabumi, Jalan Provinsi Jabar Terancam Putus

×

Retakan Tanah di Nyalindung Sukabumi, Jalan Provinsi Jabar Terancam Putus

Sebarkan artikel ini
Retakan Tanah di Nyalindung Sukabumi

Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, sejumlah warga setempat kini tengah berjaga di lokasi jalan yang terdampak dari bencana retakan tanah tersebut. “Iya, dampak dari bencana itu, akses lalu lintas tidak berjalan maksimal. Karena, akses lalu lintas menggunakan sistem buka tutup, khususnya untuk kendaraam roda empat,” imbuhnya.

Sebab itu, ia mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, khususnya kendaraan roda empat diharapkan untuk berhati-hati melalui jalan Sukabumi- Sagaranten, tepatnya di Kampung Jati, Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung. Lantaran, kondisi tanah di bawah jalan milik Provinsi Jawa Barat tersebut, sudah amblas akibat bencana pergerakan tanah.

Bank bjb Tandamata

“Kami sih inginnya mudah-mudahan ada sesegera mungkin, ada realisasi, karena posisi tanah dari bawah jalan milik Jalan Provinsi itu, sudah benar-benar turun dan sudah putus dibawahnya dan hanya mengandalkan beton saja. Jadi, kalau tidak segera diantisipasi, berpotensi jalan provinsi itu, terputus,” bebernya.

Pihaknya mengaku, bahwa pemerintah Desa Mekarsari, telah berupa melakukan koordinasi dengan petugas Kantor UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah II Sukabumi pada Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Provinsi Jawa Barat, untuk menyampaikan kondisi jalan yang terancam putus, akibat bencana alam tersebut.

“Dari kemarin, kami sudah koordinasi dengan Dinas PU Provinsi, nah sekarang lagi penanganan sementara. Yakni, mereka sedang melakukan penimbunan menggunakan bebatuan di lokasi bawah jalan yang amblas akibat bencana retakan tanah itu,” paparnya.

“Ini hanya penanganan sementara, kalau lama kelamaan sih, kayanya jika tidak ada tindakan cepat kayanya, jalan ini terancam putus. Apalagi, kalau dilintasi kendaraan bermuatan berat. Karena, kondisi tanah dibawa jalan itu, sudah pada ambruk,” imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang warga Kampung Caringin, RT 01/RW 07, Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, Yuvi Pitamia (26) mengatakan, bencana retakan tanah ini, kembali terjadi saat wilayah Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, diterjang hujan deras dengan intensitas tinggi pada 26 November 2024.

“Akibatnya, selain badan jalan provinsi terancam putus, juga terdapat lima rumah warga di Kampung Jati, RT 05/RW 04, mengalami retak-retak,” jelas Yuvi.

“Dari lima rumah warga yang mengalami retak itu, dua rumah posisinya berada di pinggir jalan raya provinsi, dan tiga rumah diantaranya lokasinya berada di kawasan lokasi terdampak bencana retakan tanah pada 5 tahun lalu,” pungkasnya. (Den)