“Dia (Empud -red) mempunyai anak perempuan berusia 12 tahun kelas 6 SD, anaknya tentunya memiliki masa depan cerah dan butuh perhatian kita semua, sedangkan kita semua tetangga disini seadanya, disini bukan tidak membantu, bukan tidak memperdulikan, sama sama setiap hari kalau ada rejeki kita selalu bantu,” ujar Aden.
“Kebetulan anak itu (Novita -red) seusia dengan anak saya, ya istilahnya baju yang layak pakai, yang baru juga saya jualan di kasihkan yang baru juga sering. Kebetulan baju ukuran anak saya pas, itu dikasihkan sama anaknya pak Empud,” imbuhnya.
Upaya bantuan lain yang diberikan, kata Aden lagi, ketika Novita sudah pulang sekolah, selalu meminta dan kebetulan selalu membantu pekerjaannya baik memetik cabai ataupun pekerjaan rumah lainnya.
“Yang saya tahu anak itu sempat pindah ke sekolah diambil sama kakak nya kemudian pindah lagi kesini sekarang sudah kelas 6 tinggal sebentar lagi selesai mengikuti ujian, nah yang saya pikirkan kedepannya, disini kalau tingkat SD atau MI saya masih bisa tanggung jawab atau memperhatikan tapi untuk tingkat SLTP selanjutnya istilahnya butuh orang yang betul betul peduli,” jelasnya.
“Kebetulan aktivitas sepulang sekolah itu berkebun tanam cabai, nah ketika musim panen ibu ibu ada 2 sampi 3 orang metik, kebetulan anak tersebut minta ikut bekerja ya saya persilakan, hasilnya saya tidak mau lihat, di kasih itu lebih bahkan sama orang dewasa, karena iba, itu bukan upah, kalau upah mah berapa mungkin,” tandasnya. (ndi/d).






