SUKABUMI – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi, terus berupaya maksimal dalam mengikis penyakit stunting atau gagal tumbuh pada anak. Salah satunya, melakukan rembug stunting di Gedung Negara Pendopo Sulabumi, tepatnya di ruas Jalan Raya Ahmad Yani, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi pada Rabu (26/06).
Rembug stunting yang dipimpin langsung Wakil Bupati Sukabumi, Iyos Somantri ini, dihadiri sejumlah pemateri untuk memaparkan hal hal penting yang berkaitan dengan penanganan stunting, bersama sejumlah stakeholder untuk berembug menurunkan angka stunting, seperti Forkopimda, kepala perangkat daerah, hingga pihak terkait lainnya.
Kepala DPPKB Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus melalui Kepala Bidang Keluarga Sejahtera pada DPPKB Kabupaten Sukabumi, Yeni Astriani kepada Radar Sukabumi mengatakan, kegiatan hari ini merupakan rembug stunting yang dihadiri oleh perangkat daerah yang terkait dan tingkat kecamatan hingga desa, perusahaan dan intansi perguruan tinggi.
“Intinya kita membangun komitmen bersama untuk percepatan penurunan stunting yang sudah diamanahkan oleh Pak Wakil Bupati Sukabumi, dan kita sudah menandatangani komitmen itu secara bersama -sama,” kata Yeni kepada Radar Sukabumi.
Hal tersebut perlu dilakukan untuk dapat membangun kebersamaan. Karena, menurutnya, pencegahan stunting ini tidak bisa dilakukan oleh satu perangkat daerah saja, tetapi berbagai pihak harus terlibat didalamnya dengan lintas sektoral.
“Pada beberapa waktu lalu, kita sudah melakukan analisa situasi dan membaca data-data yang ada, kemudian pada pertemuan yang kedua, kita membuat program kerja stunting dan ketiga kita hari ini melakukan rembug stunting,” tukasnya.
Di dalam rembug stunting, sambung Yeni, DPPKB Kabupaten Sukabumi telah mengoptimalkan dari pada situasi dan program kerja dan DPPKB Kabupaten Sukabumi, talah menerapkan dalam rembug stunting agar berkomitmen untuk bekerja bersama-sama dalam menurunkan percepatan stunting di Kabupaten Sukabumi.
Ketika disinggung mengenai berapa jumlah anak di Kabupaten Sukabumi yang terjangkit positif stunting, Yeni menajwab, bahwa jumlah angka anak yang terjangkit stunting ini, datanya ada di Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi. Namun, berdasarkan data yang dimiliki DPPKB Kabupaten Sukabumk, berdasarkan KRS atau keluarga resiko stunting, terdapat ratusan anak.
“Di tahun 2023 itu, KRS di data kita ada 800 anak. Namun KRS-nya hanya 400 orang. Dari 400 itu yang beresiko stuntingnya hanya 150 anak di Kabupaten Sukabumi,” bebernya.
Masih ditempat yang sama, Wakil Bupati Sukabumi, Iyos Somantri mengatakan, pihaknya menegaskan kepada semua pihak, harus bersinergi menurunkan angka stunting di Kabupaten Sukabumi. “Kita harus berkomitmen dan langsung aksi. Jangan sampai ada stunting baru,” jelasnya.
Apalagi, ini merupakan kegiatan kemanusiaan. Dirinya mengajak semuanya untuk benar-benar fokus dan aktif dalam menurunkan angka stunting. “Kita harus menolong saudara. Kita perlu generasi kuat dan cerdas. Apalagi,kita punya keinginan menyongsong Indonesia emas 2045,” pungkasnya. (Den)






