SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi menetapkan status Tanggap Darurat Bencana (TDB) atas peristiwa pergerakan tanah yang melanda Desa Bantargadung dan Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung.
Sebagai respon cepat, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sukabumi langsung menerjunkan tim dan logistik ke lokasi terdampak. Kepala Dinsos Bambang Widyantoro melalui Kabid Linjamsos, Iwan Triyanto, menegaskan pihaknya mengambil peran krusial dalam pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas selama masa tanggap darurat yang berlangsung 4–10 Maret 2026.
Mengingat bencana terjadi di bulan Ramadan, Dinsos memfokuskan pelayanan pada konsumsi sahur dan buka puasa. “Kami menyiapkan Dapur Umum Lapangan khusus untuk menyiapkan makanan puasa. Total ada 600 porsi untuk buka puasa dan 600 porsi untuk sahur setiap harinya,” jelas Iwan, Selasa (10/3).
Jumlah tersebut mencakup kebutuhan penyintas di dua desa serta relawan yang bertugas. Selain makanan siap saji, bantuan logistik berupa kasur lipat, tenda, selimut, dan paket sembako juga mulai didistribusikan secara bertahap.
“Alhamdulillah, logistik aman. Kami kembali membawa bantuan tambahan untuk menyisir penyintas yang belum ter-cover,” tambahnya.






