Puluhan Warga Kadudampit Sukabumi Was-was Longsor Susulan Kembali Terjadi

CEMAS : Salah seorang warga terdampak bencana longsor, Siti Nurjanah (21) saat menunjukan lokasi TPT Lapang Cijagung longsor, tepatnya di Kampung Cijagung, RT 31/RW 08, Desa Gedepangrango, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi pada Selasa (11/07).(FOTO : DENDI/RADAR SUKABUMI)
CEMAS : Salah seorang warga terdampak bencana longsor, Siti Nurjanah (21) saat menunjukan lokasi TPT Lapang Cijagung longsor, tepatnya di Kampung Cijagung, RT 31/RW 08, Desa Gedepangrango, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi pada Selasa (11/07).(FOTO : DENDI/RADAR SUKABUMI)

SUKABUMI — Sebanyak 34 warga dari 7 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Cijagung, RT 31/RW 08, Desa Gedepangrango, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, dihantui rasa was-was. Bagaimana tidak, rumah yang berada di bawah tebing lapang sepak bola Cijagung itu, dikhawatirkan terjadi bencana longsoran dan menimbun bangunan rumah penduduk.

Salah seorang warga, Siti Nurjanah (21) kepada Radar Sukabumi mengatakan, ia bersama anak dan suaminya kerap sekali dihantui rasa cemas. Khususnya, saat tiba turun hujan. “Kalau hujan atau langit sudah mendung, saya bersama keluarga pasti akan pindah ke rumah orangtua saya. Karena, khawatir ada longsoran di tebing lapang yang lokasinya berada di depan rumah,” kata Siti kepada Radar Sukabumi sambil menunjuk ke lokasi tebing pada Selasa (11/07).

Bacaan Lainnya

Lokasi tebing yang terdapat bangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) pada Lapangan Cijagung ini, sempat terjadi bencana longsoran hingga material bangunan TPT berupa bebatuan, tanah dan lumpur serta air merusak bangunan rumah. “Kalau rumah yang ditempati saya sih, gak rusak. Karena, bangunan rumahnya panggung dan material longsoran itu hanya masuk ke kolong rumah saja. Tapi, kalau bangunan rumah permanen yang tetangga itu, banyak yang rusak dan air lumpurnya masuk ke dalam rumah,” tandasnya.

Pembangunan TPT itu, ambruk tergerus longsor, selain konstruksi tanah yang labil, juga dampak dari aktivitas pembungan tanah yang bersumber dari kegiatan Cut And Fill untuk proyek pembangunan jalan baru di ruas Jalur Lingkar Utara.

“Jadi, pembangunan jalan baru di atas itu, tanahnya di buang kelapang ini. Nah, karena tidak rapi pekerjaannya. Sehingga, terjadilah longsor sewaktu hujan deras pada tiga pekan lalu,” bebernya.

Untuk itu, ia berharap kepada pemerintah dan pekerja proyek jalan baru tersebut agar segera memperbaiki TPT yang rusak akibat bencana longsor itu. Ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi bencana longsor susulan. Terlebih lagi, dibawah tebing lapang Cijagung tersebut, terdapat pemukiman penduduk.

“Iya, belum ada perbaikan sampai sekarang. Bahkan, material longsoran seperti bebatuan dari TPT itu masih berserakan di kolong dan depan rumah juga,” timpalnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *