Sementara itu, Ketua RT (31/08), Desa Gedepangrango, Kecamatan Kadudampit, Isep Saepul Alam mengatakan, pihaknya membenarkan perihal kondisi warganya yang dihantui kecemasan soal bencana longsor susulan dari TPT Lapang Cijagung.
“Warga di RT kami itu, tidak banyak meminta apapun yah. Mereka hanya berharap agar semuanya dapat terselesaikan dengan cepat, terutama Lapang Cijagung yang saat ini dipakai untuk pembuangan tanah dari proyek Cut and Fill pembangunan Jalan Lingkar Utara,” jelasnya.
Pasca kejadian bencana tanah longsor ini, pihak pengembang dari proyek pembangunan Jalan Lingkar Utara ini, sempat memberikan santunan kepada warga berdampak dari bencana tanah longsor tersebut. Namun, bantuan dari pihak pengembang proyek itu, ditolak oleh warga terdampak.
“Kemaren sempat ada kayanya mandor dari proyek Cut and Fill. Mereka mahu ngasih uang santunan. Namun, warga terdampak sepakat untuk menolak santunan tersebut. Iya, alasan warga disini, mereka itu tidak mahu dibeli dengan uang. Karena, warga inginnya diselesaikan lapang itu,” pungkasnya. (den/d)






