“Tiang jaringan listrik ini roboh sudah berlangung beberapa tahun terakhir. Namun, kenapa keluhan warga belum juga didengarnya. Kami sudah sampaikan pada PT SCG bahwa keberadaan jaringan listrik yang roboh ini mengancam keselamatan warga,” tandasnya.
Keluhan serupa dilontarkan oleh, Asep (35). Menurut Asep, tiang jaringan listrik yang roboh ini bermula saat pembangunan jalan menuju lokasi PT TSS, rekanan PT SCG. Saat itu, tiang jarigan listrik tiba-tiba roboh setalah kendaraan berat milik PT SCG melakukan loading. “Karena lokasinya berdekatan dengan jaringan listrik, maka saat alat berat itu maju, tanpa disadari telah menyenggol jaringan listrik. Sehingga akibatnya tiang listrik ini langsung roboh terbawa kendaraan,” katanya.
Warga berharap pihak perusahaan bertanggung jawab dan segera memperbaiki tiang jaringan listrik yang roboh tersebut. Sebab, jika tidak segera diperbaiki dapat mengancam keselamatan warga sekitar. Apalagi saat ini musim hujan, warga merasa cemas jaringan listrik milik PLN itu tertimpa ranting pepohonan sehingga terjadi korsleting listrik.
“Jaringan listrik yang roboh ini, bukan hanya didistribusikan oleh PLN ke warga Leuwididing saja, tapi jaringan listrik ini juga untuk mengaliri listrik ke warga Kampung Kadupugur, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung. Untuk itu, kami berharap kepada pemerintah dapat segera membantu warga untuk memperbaiki jaringan listrik yang roboh, akibat pengerjaan PT SCG pada beberapa tahun lalu,” ujarnya.





