DATA COVID-19 Update : 29 Maret 2020 pukul 16.00 WIB
Kasus PositifMeninggalSembuh
DKI Jakarta

675

68

45

Jawa Barat

149

19

6

Indonesia

1.285

114

64

Dunia (201 Negara)575.44426.654
KABUPATEN SUKABUMI

Potensi Longsor di Cikembar Tinggi

CIKEMBAR – Dalam meminimalisir terjadinya resiko bencana alam, Muspika Kecamatan Cikembar menghimbau kepada seluruh masyarakatnya untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam dimusim hujan ini.

Hal demikian disampai Camat Cikembar Tamtam Alamsyah saat memberikan sambutannya dalam apel siaga bencana di halaman Kecamatan Cikembar bersama TNI, Polri, seluruh para kepala desa, puluhan guru, anggota Pramuka dan lainnya,  (20/1).

“Kerjasama semua pihak sangat dibutuhkan untuk bersama-sama menanggaulangi dan meminimalisir terjadinya bencana alam,” jelas Tamtam kepada Radar Sukabumi,  (20/1).

Menurut Tamtam, kewaspadaan ini ditujukan bagi masyarakat yang tinggal di daerah dataran rendah, khususnya di sekitar bantaran sungai serta warga yang bermukim di sekitar perbukitan atau ketinggian.

“Alhamdulillah sampai saat ini selalu siaga dan jika ada peristiwa bencana alam, mereka selalu sigap melapor. Sehingga kami bisa meminimalisir risiko bencana,” paparnya.

Sementara itu, Kapolsek Cikembar, AKP I Djubaedi mengatakan, meski sepanjang musim hujan sekarang ini belum terjadi peristiwa bencana yang serius, namun warga tetap harus meningkatkan kewaspadaannya.

Loading...

“Seluruh element harus berperan aktif dan berupaya melalukam antisipasi dengan memperhatikan kondisi lingkungan sekitarnya. Karena bencana bisa datang tiba-tiba,” katanya.

Faktor kuat yang memicu terjadinya bencana adalah intensitas hujan tinggi. Dengan debit air yang terus bertambah, sehingga dapat memacu pergerakan tanah di kawasan yang labil dan mengakibatkan longsor.

“Untuk itu, diharapkan seluruh warga agar tidak tinggal di daerah perbukitan. Karena dapat berpotensi bencana longsor,” bebernya.

Seorang anggota Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Kecamatan Cikembar, Sudarmat mengatakan, dari semua desa yang ada di Kecamatan Cikembar, terdapat beberapa desa yang rawan terjadinya bencana alam.

Seperti daerah Desa Parakanlima, Sukamulya, Cibatu, Cimangu dan Desa Bojong. “Lima desa ini, rawan bencana longsor. Apalagi, saat hujan deras,” katanya.

Untuk mengantisipasi bencana alam di musim hujan, ia bersama pemerintah setempat selalu bekerjasama untuk menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada seluruh warga mengenai potensi bencana alam di musim hujan.

“Kesadaran masyarakat perlu ditingkatkan agar selalu menjaga kewasapadaan dan menjaga kebersihan lingkungan. Seperti jangan membuang sampah sembarangan sehingga dapat menyumbat drainase,” pungkasnya. (den/d)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button