KABUPATEN SUKABUMI

Polsek Kebonpedes Sukabumi Ringkus Sembilan Pelajar MTs, Terlibat Kasus Pembacokan

×

Polsek Kebonpedes Sukabumi Ringkus Sembilan Pelajar MTs, Terlibat Kasus Pembacokan

Sebarkan artikel ini
Polsek Kebonpedes Sukabumi
Polsek Kebonpedes, Polres Sukabumi Kota, saat memeriksa pelajar yang terlibat kasus pembacokan di Jalan Cimuncang, Desa Kebonpedes.

SUKABUMI – Polsek Kebonpedes, Polres Sukabumi Kota, berhasil mengamankan sembilan pelajar dari tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang ada di wilayah Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi. Lantaran, mereka terlibat aksi pembacokan terhadap salah seorang pelajar SMP yang ada di wilayah Kecamatan Sukaraja.

Kapolsek Kebonpedes, Polres Sukabumi Kota, Iptu Tommy Ganhany Jayasakti kepada Radar Sukabumi mengatakan, peristiwa tersebut bermula saat korban berinisial MFM (14) bersama temannya tengah berjalan di pinggir ruas Jalan Raya Cimuncang untuk bermain futsal, tepatnya di Kampung Cimuncang, RT 01/RW 07, Desa/Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi pada Kamis (21/09) sekira pukul 14.30 WIB.

Bank bjb Tandamata

 “Saat korban berjalan kaki, tiba-tiba dari arah jalan Cimuncang menuju Bunderan Sukaraja, terlihat ada sembilan pelajar yang menggunakan tiga unit sepeda motor. Salah satu di antaranya mengacungkan senjata tajam jenis celurit dan mengenai korban,” kata Tommy kepada Radar Sukabumi pada Jumat (22/09).

Akibat peristiwa ini, korban telah mengalami luka sabetan sajam pada bagian punggung sebelah kiri. Korban mengalami luka sobek dan dilarikan ke Rumah Sakit Hermina Sukaraja.

Tidak lama setelah itu, korban langsung dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin SH Kota Sukabumi. “Untuk kondisi korban, kini sudah berangsur membaik,” paparnya.

Ketika disinggung mengenai motif pelaku yang nekad melakukan pembacokan, Tommy menjawab, hal tersebut terjadi karena segmentasi sekolah. Terduga pelaku yang merupakan anak di bawah umur diduga ingin menunjukkan kebanggaan atas sekolahnya.

“Untuk motif, dugaannya ada segmentasi sekolah yang merasa sifat chauvinisme, jadi kebanggaan berlebihan sehingga menimbulkan sentimen negatif,” ujarnya.