PALABUHANRATU – Dalam upaya meningkatkan kesadaran berlalu lintas dan menertibkan pelanggaran di jalan raya jajaran Polres Sukabumi melalui Satlantas bersama dinas perhubungan, serta Denpom dan unsur terkait lainnya telah melaksanakan operasi zebra Lodaya 2024 selama 14 hari.
Wakapolres Kompol Rizka Fadhila didampingi Kasatlantas AKP Fiekry Adi Perdana, jajaran Dinas Perhubungan dalam wawancaranya mengatakan, hasil dari operasi zebra lodaya yang mulai tanggal 14 hingga 27 Oktober 2024 telah mencatat sebanyak 629 tilang dan 1.115 teguran kepada pengendara yang melanggar.
Di samping itu, kata Rizka petugas juga menyita 42 kendaraan berbagai merek dan jenis karena pemilik tidak dapat menunjukkan bukti kepemilikan, serta 420 knalpot brong karena suara yang dihasilkan sangat mengganggu.
“Selain itu, ada satu kendaraan yang disita karena mengalami modifikasi fungsi dan bentuk tanpa dilengkapi dokumen resmi,” ujar Rizka. Rabu, (30/10).
Menurut Rikza Fadhila pelanggaran terbanyak ditemukan pada kalangan pelajar. Sebanyak 400 pelanggaran tercatat dilakukan oleh pelajar yang tidak memiliki SIM, menggunakan knalpot berisik, dan berkendara secara ugal-ugalan.
“Selain penindakan, kami juga memberikan edukasi kepada para pelajar dan orang tua, agar lebih selektif dalam mengizinkan anak-anak menggunakan kendaraan bermotor. Jika anak belum cukup umur dan belum memiliki SIM, sebaiknya tidak diizinkan membawa kendaraan,” jelas Rizka.
Ditegaskan Rizka dalam operasi zebra jajaran Satlantas juga menyita salah satu kendaraan sejeni minibus atau kendaraan wara wiri yang telah dimodifikasi menjadi bus wisata dengan kapasitas hingga 30 penumpang. Padahal, kendaraan tersebut pada dasarnya adalah mobil kecil dengan kapasitas aman hanya 5-6 penumpang.
“Kendaraan ini kami sita karena modifikasi tanpa izin resmi, yang tentu berpotensi membahayakan keselamatan,” tegas Rizka.
Dalam kesempatan ini juga Rizka Fadhila menyoroti fenomena penggunaan knalpot brong di kalangan pelanggar. Dimana dari pengakuan mereka, suara knalpot yang keras dianggap keren dan meningkatkan kepercayaan diri. Namun, ini justru berisiko dan mengganggu ketertiban.
“Operasi Zebra Lodaya 2024 diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas, sekaligus mencegah kecelakaan di jalan raya yang berpotensi menimbulkan korban,” paparnya.
Selain itu, kata Rizka lagi dalam beberapa kesempatan untuk menekan angka pelanggaran di kalangan pelajar, Polres Sukabumi melalui Satlantas juga menggelar program Police Goes to School, yang diharapkan melalui program ini dapat memberikan edukasi kepada para siswa atau pelanggar.
“Mengenai pentingnya memiliki surat izin mengemudi dan melengkapi diri dengan perlengkapan keselamatan seperti helm saat berkendara,” tandasnya. (Ndi)






