SUKABUMI – Bagi masyarakat yang mau divaksinasi kami memberikan beras 5 kilogram gratis, sekaligus kami ada pasar murah juga, jadi bagi yang sekalian mau beli minyak goreng bisa antri di sana nanti,”
Polres Sukabumi kembali menyelenggarakan gebyar vaksin di Mapolres Sukabumi. Kali ini penyelenggaraan gebyar vaksin akan diwarnai dengan operasi pasar murah dan pembagian beras gratis kepada masyarakat yang mau divaksinasi.
Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah Nawirputra mengatakan, gebyar vaksin Polres Sukabumi dan pasar murah dilaksanakan pada hari ini, Kamis (24/2) dimulai pukul 08:00 WIB.
“Ya, besok (hari ini, red.) kami akan gelar gebyar vaksin dan membuka pasar murah.
Bagi masyarakat yang mau divaksinasi kami memberikan beras 5 kilogram gratis, sekaligus kami ada pasar murah juga, jadi bagi yang sekalian mau beli minyak goreng bisa antri di sana nanti,” ujar Dedy kepada Radar Sukabumi, Rabu (23/2).
Dedy menjelaskan, di pasar murah nanti ada sejumlah bahan kebutuhan pokok penting (bapokting) dengan harga sesuai dengan harga eceran tertinggi. “Di pasar murah tersebut kami menyediakan minyak goreng, beras kemasan, dan tepung dengan harga HET,” ucap Dedy.
Menurut Dedy, gebyar vaksin diselenggarakan dalam rangka mendukung program pemerintah dalam percepatan vaksinasi kepada masyarakat. Hal ini guna menekan angka penyebaran Covid-19. Apalagi saat ini ada varian baru bernama Omicron.
“Kami terus bergerak dan membuat inovasi baru agar masyarakat mau divaksinasi, sehingga kekebalan komunal (herd immunity) dapat tercapai dan menekan penyebaran Covid-19, khususnya di Kabupaten Sukabumi,” jelas Dedy.
Dedy mengajak masyarakat untuk divaksinasi 1, 2 dan booster di Mapolres Sukabumi dengan membawa kartu identitas dan menerapkan protokol kesehatan.
“Nanti, setelah dinyatakan layak dalam tes screening oleh medis baru diberikan vaksin,” paparnya.
Dia berharap dengan adanya gebyar vaksinasi ini dapat menekan angka penyebaran Covid-19, terutama varian baru omicron.
Sementara pasar murah dapat mengatasi kelangkaan minyak goreng yang saat ini terjadi dimana-mana.
“Kami mengingatkan kembali agar masyarakat dapat menerapkan disiplin prokes dan bekerjasama dalam menekan penyebarannya,” tandas Dedy. (ris/t)






