KABUPATEN SUKABUMI

PMI Sukabumi Perkuat Benteng Kesiapsiagaan Warga Rawan Bencana

×

PMI Sukabumi Perkuat Benteng Kesiapsiagaan Warga Rawan Bencana

Sebarkan artikel ini
Program Resilience through Community and Connectivity (RCC) Fase-2, hasil kolaborasi PMI Kabupaten Sukabumi bersama Atma Connect dan Internet Society Foundation. Program ini memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan bencana.

SUKABUMI — Ancaman bencana yang kerap membayangi Kabupaten Sukabumi mendorong Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.

Melalui kegiatan Orientasi Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT), PMI membangun ketangguhan warga di wilayah rawan bencana sekaligus daerah dengan keterbatasan akses jaringan komunikasi. Ketua PMI Kabupaten Sukabumi, dr. Hondo Suwito, menegaskan kegiatan ini merupakan bagian dari Program Resilience through Community and Connectivity (RCC) Fase-2, hasil kolaborasi PMI bersama Atma Connect dan Internet Society Foundation.

Bank bjb Tandamata

“Programnya tidak hanya berfokus pada kesiapan menghadapi bencana, tetapi juga penguatan konektivitas komunikasi sebagai elemen krusial dalam respon darurat,” ujarnya.

Hondo menekankan, Sukabumi memiliki potensi risiko bencana tinggi, mulai dari hidrometeorologi hingga kondisi geografis yang menantang. Karena itu, kesiapsiagaan harus dimulai dari masyarakat. “Melalui orientasi SIBAT, kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya menjadi korban, tetapi juga mampu berperan aktif dalam mitigasi bencana,” imbuhnya.

Perekrutan relawan SIBAT difokuskan pada wilayah rawan bencana dan terbatas akses komunikasi, di antaranya Desa Tegallega (Cidolog), Desa Bojongtugu (Curugkembar), Desa Citamiang, Desa Margaluyu, serta Desa Cimerang (Purabaya). Relawan dibekali pengetahuan kebencanaan dan keterampilan respon awal sebelum bantuan dari luar tiba.

Direktur Lapangan Atma Connect, Alfan Kasdar, menyampaikan bahwa Program RCC kini memasuki fase kedua setelah sebelumnya sukses diterapkan di Kecamatan Nyalindung dan Gegerbitung. “Pengalaman tersebut menunjukkan masyarakat lebih siap dan paham apa yang harus dilakukan saat bencana terjadi,” jelasnya.