PHU, 80 Persen Paspor Jemaah Haji Kabupaten Sukabumi Selesai

  • Whatsapp
Kasi Haji dan Umroh Kemenag Kabupaten Sukabumi, Ramlan Rustandi.

SUKABUMI — Jelang pemberangkatan jemaah haji, Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kabupaten Sukabumi, terus memacu persiapan, terutama kesiapan dokumen keberangkatan jemaah pada musim haji 1441 Hijriah/2020.

Kepala Seksi (Kasi) Haji dan Umroh Kementrian Agama Kabupaten Sukabumi, Ramlan Rustandi mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengumpulkan paspor jemaah yang hendak berangkat ke tanah suci tersebut.

Bacaan Lainnya

“Sekarang kami sedang melakukan koordinasi yang intensif dengan Imigrasi untuk proses penerbitan paspor.

Alhamdulillah, saat ini paspor yang sudah selesai diproses dan dikumpulkan sekitar 80 persen dari jumlah kuota awal,” jelas Ramlan kepada Radar Sukabumi, kamis (27/2).

Berdasarkan data yang tercatat di PHU Kabupaten Sukabumi, saat ini terdapat 25.000 warga Kabupaten Sukabumi yang telah mendaftarkan diri untuk menjadi calon jemaah haji. Namun, pemerintah telah membatasi sesuai dengan jumlah kuota yang ada.

“Jumlah kuota tahun sebelumnya ada sekitar 1.625 jemaah. Alhamduluilllah sekarang pengumpulan pasport sudah 80 persen beres. Itu pun kalau kuotanya sama dengan tahun sebelumnya. Namun kami meyakini kuotanya akan menurun untuk jemaah haji tahun ini,” tandasnya.

Dari jumlah paspor sebanyak 80 persen ini, sambung Ramlan, PHU Kabupaten Sukabumi tengah melakukan Verifikasi terkait data jemaahnya.

Ini perlu dilakukan agar tidak ditemukan kesalahan dalam pemberangkatan jemaah ke tanah tanah suci.

“Mudah-mudahan tidak ada data jemaah yang tidak valid. Meskipun ada persoalan, kami masih ada waktu untuk melakukan perbaikan,” ujarnya.

Selain mengumpulkan paspor, ujar Ramlan, PHU Kabupaten Sukabumi juga saat ini tengah melakukan Verifikasi dokumen jemaah dari bukti visual awal.

Terlebih lagi, saat ini terjadi perubahan sistem mengenai input data visa yang sebelumnya di lakukan oleh pemerintah pusat.

Namun, pada musum haji 1441 Hijriah/2020, beralih dan input data visanya dilakukan di pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Untuk itu. saat ini ada beberapa pekerjaan yang diberikan dari tingkat provinsi kepada tingkat kabupaten. Salah satunya, harus mengscan pasport dan melakukan tes kesehatan.

Ini semuanya sudah kami lakukan. Seperti pada tahap petama rekam medis dan tahap ke dua Medical Check Up (MCU) dan ketiga imuniasi implensa,” timpalnya.

Proses persiapan untuk memberangkatkan jemaah haji pada 1441 Hijriah/2020 ini, pada prinsipnya PHU Kabupaten Sukabumi tidak menemukan kendala yang signifikan dan semuanya bisa diminimalisir.

Hanya saja, persoalan klasik yang kerap muncul hampir setiap tahunnya merupakan persyaratan administrasi atau data yang diberikan jemaah tidak palid.

“Namun, itu semua sudah kami perbaiki. Apalagi kita masih memiliki jeda waktu. Iya artinya kita masih memungkinkan untuk melakukan perbaikan adiminstrasi pada jemaah haji tahun ini,” ujarnya.

Menurutnya, untuk pemberangkatan jemaah ke tanah suci akan dilakukan sesuai dengan jadwal nasional. Yakni, pada 25 Juni 2020 mendatang.

Artinya jadwal pemberangkatan tahun ini, maju bila dibandingkan dengan jadwal tahun sebelumnya.

“Jadi sekarang masih ada leluasa waktu. Meski demikian, kami tidak leha-leha dan santai-santai saja. Karena persoalan yang tidak terduga kemungkinan akan muncul. Iya, makanya kami melakukan antisipasi persoalan tersebut,” pungkasnya. (den)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *