“Tidak bisa dipungkiri minat baca anak saat ini kondisinya sudah menurun. Apalagi kebaradaan tekhnolgi dalam meyebarluaskan informasi sangat mudah didapat melalui telepon seluler. Sehingga keberadaan perpustakaan jarang dijamah oleh para siswa,” paparnya.
Minimnya minat baca siswa, sambung Heru, diyakini berpengaruh kuat terhadap kulaitas bangsa. Sebab dengan rendahnya minat baca, para siswa tidak bisa mengetahui dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi di dunia.
“Untuk itu, supaya dapat mengejar kemajuan yang telah dicapai oleh negara-negara tetangga, perlu kita kaji apa yang menjadikan mereka lebih maju. Ternyata meraka lebih unggul disumber daya manusianya. Budaya membaca mereka telah mendarah daging dan sudah menjadi kebutuhan mutlak dalam kehidupan sehari harinya. Untuk mengikuti jejak mereka dalam menumbuhkan minat baca sejak dini, maka kami intruksikan kepada seluruh Srikandi yang ada disetiap PAC untuk menerapakan inovasi ini,” pungkasnya.
(cr13/d)



