Supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, Tarsoma selalu menyempatkan diri menjadi palang pintu kereta. Meskipun hal itu ia lakukan tanpa ada yang meminta ataupun menyuruh. Sengaja ia lakukan supaya di perlintasan kereta itu tidak ada insiden kecelakaan. “Abah niatkan ibadah,” singkat pria renta itu.
Sementara itu, Camat Cicantayan, Abdul Rivai menambahkan, pemasangan palang pintu kereta api merupakan kewenangan pihak PT KAI. Ia mengaku akan segera menyampaikan kondisi tersebut kepada pihak PT KAI.
“Bagi masyarakat setempat, kami menghimbau supaya hati-hati saat melintas. Perhatikan kondisi jalan sebelum melintas,” singkatnya. (ren)



