Peras Kepala Desa, 3 Oknum Wartawan Ini Terancam 9 Tahun Penjara

  • Whatsapp
TERTANGKAP : Jajaran Polres Sukabumi mengamankan oknum mengaku wartawan dalam operasi tangkap tangan.

SUKABUMI — Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sukabumi, AKP Rizka Fadhila menyebut, kasus dugaan pemerasan oleh oknum mengaku wartawan terhadap Kepala Desa Ridogalih, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, masih dalam penyidikan.

“Untuk saat ini kita masih proses penyidikan, masih berlangsung dan tentunya kita akan lanjutkan sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) yang ada. Namun, akibat perbuatannya itu para terduga terancam pasal 368 dengan ancaman kurungan penjara 9 tahun,” ujarnya, Rabu (03/02).

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, sebelumnya Polres Sukabumi telah menerima laporan pengaduan dari aparat Desa Ridogalih. Dari laporan itu, pelapor menyatakan bahwa beberapa hari lalu ada oknum wartawan yang menginformasikan mereka memiliki data penyelewengan dana desa (DD).

“Apabila data itu tidak ingin diangkat di media mereka, orang desa harus membeli sejumlah oplah koran. Dimana nilai oplah korannya ditentukan. Nilainya satu koran itu Rp10 ribu dan harus membeli sebanyak 7.000 oplah. Jadi kalau dirupiahkan aparat desa harus memberikan uang sekitar Rp70 juta,” Rizka.

Merasa ada upaya untuk pemerasan terhadap korban, pihak desa kemudian melaporkan ke Satreskrim Polres Sukabumi. Dan pada akhirnya, pada Selasa (02/03) kepolisian melakukan operasi tangkap tangan (OTT), di salah satu rumah makan, samping kantor Setda Kabupaten Sukabumi.

“Kami mengadakan operasi tangkap tangan, bahkan barang buktinya pun kita temukan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Polres Sukabumi mengamankan sejumlah oknum mengaku wartawan, yang diduga melakukan pemerasan terhadap Kepala Desa Ridogalih. Oknum tersebut kemudian diamankan polisi dalam OTT di lokasi pertemuan antara oknum wartawan dengan pihak desa. OTT dilakukan setelah pihak desa melaporkan dugaan pemerasan tersebut kepada kepolisian.

Sekretaris Desa Ridogalih, Dedi Haryadi menjelaskan, awal mulanya ada salah satu yang mengaku dari media datang ke desa, kemudian mereka mempertanyakan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD). Berita tersebut naik di salah satu media itu, namun pihak desa ingin memberikan hak jawab.

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *