Evakuasi jenazah berjalan cepat. Keluarga menyusul ambulans dan bertemu di Cirebon pukul 05.00 pagi. “Ibu pulang sendirian. Kami berangkat dari Sukabumi jam 01.00 dini hari untuk menjemput dan mengiringi mereka pulang,” tutup Ghazi.
Kini, Yuswandi dikenang sebagai sosok yang mencintai alam, keluarga, dan pendidikan. Ia tidak hanya menaklukkan puncak-puncak tinggi, tetapi juga meninggalkan warisan nilai di kaki gunung yang ia cintai.(den/d)



