KABUPATEN SUKABUMI

Pendakian Terakhir Yuswandi, Pendaki Sukabumi yang Gugur di Gunung Slamet

×

Pendakian Terakhir Yuswandi, Pendaki Sukabumi yang Gugur di Gunung Slamet

Sebarkan artikel ini
BERTAKZIAH : Salah satu keluarga duka, saat berdoa di makam almarhum, Yuswandi (46), warga Kampung Kebon Pala, RT 01/RW 07, Desa/Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi yang meninggal dunia saat melakukan pendakian di Gunung Slamet, Jawa Tengah.
BERTAKZIAH : Salah satu keluarga duka, saat berdoa di makam almarhum, Yuswandi (46), warga Kampung Kebon Pala, RT 01/RW 07, Desa/Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi yang meninggal dunia saat melakukan pendakian di Gunung Slamet, Jawa Tengah.

SUKABUMI — Langit mendung menyelimuti rumah duka di Kampung Kebon Pala, Desa Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Minggu (21/7). Tangis haru mewarnai kepulangan jenazah Yuswandi (46), pendaki senior asal Sukabumi yang tutup usia saat mendaki Gunung Slamet, Jawa Tengah.

Jenazah Yuswandi tiba di rumah duka pagi itu, diantar ambulans dari lereng Slamet langsung ke Sukabumi, tanpa singgah ke rumah sakit. Proses evakuasi dilakukan tim SAR, dibantu porter yang menemani pendakian.

Bank bjb Tandamata

Putra sulung almarhum, Ghazi (21), menjelaskan keputusan keluarga untuk langsung membawa jenazah ke rumah. “Kami menerima ini sebagai takdir. Ayah mendaki bukan untuk menantang alam, tapi untuk menyatu dengan keindahannya,” ujarnya.

Pendakian itu dilakukan bersama sang istri, Ati Kusmiati, dan seorang porter. Pasangan ini dikenal gemar menjelajahi gunung-gunung Indonesia, dari Merbabu hingga Gede. Slamet menjadi penutup petualangan mereka.

“Sebelumnya mereka sempat naik Ciremai, lalu pulang ke Sukabumi dan merencanakan Slamet. Ayah ingin menikmati alam. Kami yakin kepergiannya bukan karena kecelakaan, tapi karena kelelahan,” tambah Ghazi.

Yuswandi dimakamkan di tanah wakaf miliknya di Nagrak, tempat berdirinya lembaga pendidikan Islam Kuttab Al-Fatih. “Ayah mewakafkan tanah itu untuk pembangunan TK dan SD berbasis Islam. Kuttab diambil dari istilah zaman Nabi untuk pendidikan dasar,” jelas Ghazi.