KABUPATEN SUKABUMI

Pemkab Sukabumi Wajibkan 191 SPPG Rutin Lapor, SLHS Jadi Syarat Wajib Program MBG

×

Pemkab Sukabumi Wajibkan 191 SPPG Rutin Lapor, SLHS Jadi Syarat Wajib Program MBG

Sebarkan artikel ini
DIWAWANCARAI : Sekda Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman saat diwawancarai Radar Sukabumi di Gedung Pendopo Sukabumi.
DIWAWANCARAI : Sekda Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman saat diwawancarai Radar Sukabumi di Gedung Pendopo Sukabumi.

SUKABUMI — Pemerintah Kabupaten Sukabumi bergerak cepat menyikapi kasus keracunan massal yang sempat terjadi di sejumlah wilayah akibat konsumsi makanan bergizi (MBG). Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh terhadap seluruh Satuan Pendidikan Penyelenggara Gizi (SPPG) akan dilakukan demi menjamin keamanan pangan bagi peserta didik.

Program MBG merupakan bagian dari kebijakan nasional di bawah arahan Presiden terpilih Prabowo Subianto dalam kerangka Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045. Ade menyebut, meski program ini sangat strategis, pelaksanaannya di daerah masih menyisakan sejumlah catatan penting.

Bank bjb Tandamata

“Selama beberapa bulan terakhir, tercatat empat kasus keracunan di wilayah Cidolog, Cibadak, Parakansalak, dan Pelabuhanratu. Meski tertangani, ini jadi alarm penting bagi kita semua,” ujar Ade, Rabu (1/10).

Berdasarkan data Pemkab Sukabumi, terdapat 191 SPPG yang aktif. Namun, sebagian besar dinilai belum rutin menyampaikan laporan perkembangan. Ade menekankan pentingnya pelaporan harian sebagai bentuk transparansi dan pengawasan.

“Koordinator wilayah sudah kami ingatkan. Camat dan kepala desa juga ditugaskan untuk memastikan laporan rutin disampaikan. Dengan data yang update, kita bisa ambil langkah cepat,” tegasnya.

Selain pelaporan, Pemkab juga menyoroti masih banyaknya SPPG yang belum memiliki Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS). Sertifikat ini menjadi syarat utama dalam penyediaan makanan sehat dan aman. “Kami minta semua SPPG segera memenuhi SLHS. Ini bukan formalitas, tapi jaminan keamanan pangan bagi anak-anak kita,” tandas Ade.