PPKM Darurat, Harga Sayuran Pakcoy jadi Turun

  • Whatsapp
Petani Pakcoy Sukabumii
Kepala Desa Kebonpedes Dadan Apriandani saat meninjau para petani yang tengah panen raya pakcoy di wilayah Bale Sawala, Desa/Kecamatan Kebonpedes.

SUKABUMI – Kebijakan PPKM Darurat Jawa-Bali ternyata memberikan imbas yang cukup signifikan pada produktifitas pertanian di Kabupaten Sukabumi. Salah satunya merosotnya harga jual sayuran jenis pakcoy.

Salah seorang petani sayuran jenis Pakcoy, Aep Saupudin (55) asal warga Kampung Babakan Ranji, Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes kepada Radar Sukabumi mengatakan, semenjak diberlakukannya PPKM Darurat, harga pakcoy di wilayah Kebonpedes telah menurun drastis.

Bacaan Lainnya

“Sebelum PPKM darurat ini, harga pakcoy per kilogramnya dihargai sebesar Rp5.000. Namun, setelah diterapkan PPKM darurat kini harga pakcoy menurun menjadi Rp3.500 per kilogramnya,” kata Aep kepada Radar Sukabumi pada Selasa (13/07).

Menurut Aep, menurunya harga tanaman pakcoy kali ini telah dipengaruhi oleh berbagai faktor. Selain, karena banyakan pasokan tanaman pakcoy yang kini memasuki musim panen raya, juga telah dipengaruhi oleh pembatasan waktu penjualan di pasaran akibat PPKM Darurat.

“Iya, kita kalau panen biasanya selain menjual sayuran di wilayah pasar tradisional Sukabumi, kita juga sering memasarkannya keluar daerah. Salah satunya Jakarta. Namun, karena PPKM darurat akhirnya sayuran ini hanya bisa kita jual di wilayah pasar tradisional Sukabumi saja,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kebonpedes, Dadan Apriandani kepada Radar Sukabumi mengatakan, pihaknya membenarkan soal harga sayuran pakcoy yang mengalami penurunan akibat diberlakukannya PPKM darurat ini.

“PPKM darurat memang sangat berdampak sekali, para petani sangat mengeluhkan dengan harga sekarang ini, dulu para tengkulak itu langsung datang ke sawah jika panen raya pakcoy dan mereka membayar Rp5 ribu perkilogram. Namun, sekarang menurun menjadi Rp3.500 per kilogram. Ini sangat dikeluhkan para petani,” katanya.

Dirinya menilai, bahwa faktor dominan menurunnya harga pakcoy tersebut, karena para pedagang di pasar tradisional Sukabumi, kini tidak bisa leluasa untuk menjual barang dagangannya, semenjak diberlakukanya PPKM darurat.

“Karena dibatasi asalnya mereka dagang sayuran itu bisa sampai dini hari atau sekitar pukul 02.00 WIB. Namun, setelah diberlakukannya PPKM darurat itu, para pedagang hanya bisa berjualan sampai pukul 21.00 WIB. Jadi memang sedikit waktunya,” paparnya.

Untuk itu, ia bersama warga dan para petani lainnya berharap agar masa PPKM darurat akibat masa pandemi Covid-19 ini, dapat segera berakhir.

Karena, pengaruhnya sangat berdampak terhadap aktivitas dan pertumbuhan ekonomi warga. “Saya berharap kedepannya PPKM darurat dan masa pandemi ini segera berakhir, sehingga aktivitas warga dapat kembali normal seperti sediakala,” pungkasnya. (Den/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *