Maka dari itu, audiensi ini untuk meminta dukungan dan komitmen kepada Pemda Kabupaten Sukabumi khususnya mengenai kebijakan nasional eleminasi malaria bisa tercapai di daerah.
“Kita sudah ada komitmen di tingkat global dan nasional, WHO meminta semua negara harus bisa mengeleminasi malaria” paparnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono menambahkan, Kabupaten Sukabumi sudah terbebas dari malaria sejak dua tahun terakhir. Meskipun, kasus malaria impor masih ditemukan.
“Terakhir penyakit malaria ini ditemukan pada 2017 yang jumlahnya mencapai 12 kasus namun tidak ada yang meninggal dunia. Sejak 2018 sampai dengan 2019 sudah tidak terjadi kasus indigenous. Namun untuk malaria impor masih ditemukan,” tambahnya.
Meski demikian, terdapat sejumlah wilayah yang beresiko munculnya kasus introduce atau penularan. Atas kemungkinan tersebut, Pemkab Sukabumi terus berupaya melakukan pencegahan karena sektor kesehatan sangat penting dalam membangun Indonesia terutama dalam menentukan keberhasilan pembangunan Indonesia.
“Keberhasilan pembangunan Indonesia sangat di tentukan oleh ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas. Di mana sektor kesehatan merupakan salah satu unsur penentu,” pungkasnya. (bam/d)






