Jadi sekarang sudah tidak ada lagi, tidak perlu lagi ada hal-hal yang dibicarakan dipermasalahkan, karena sesuai klarifikasi dan konfirmasi kang Encep tidak mengaku wali,” kata Arif.
Adapun soal penampilan nyentrik Ustaz Encep yang tak mengenakan baju hanya memakai sarung, Arif menjelaskan bahwa yang bersangkutan sedang menjalani ritual atau pembelajaran khusus dari guru spiritualnya.
Arif pun meminta maaf atas kehebohan yang terjadi akibat audionya.
“Kang Encep sedang menjalankan torikoh naksabandiah. Adapun tidak memakai baju dia mengikuti perintah mursidnya. Jadi sekali lagi saya mohon maaf atas nama pribadi, forum aliansi dan atas nama keluarga besar KPK.
Saya mohon dibukakan pintu sebesar-besarnya kalau ada pihak-pihak lain yang terbawa atau tersinggung dalam permasalahan kemarin,” ucap Arif yang terlihat mengenakan kopiah dan serban tersebut.
Sementara itu, Ketua DPC GP Ansor Kecamatan Surade, Hamdin Al Murdani membenarkan bahwa Arif Rahman Hakim yakni pria dalam video klarifikasi adalah pembuat audio soal Wali Allah.
“Pak Arif mengaku dia yang bikin voice di WhatsApp Group itu, itu hari Rabu katanya bikinnya, sampai ke saya Kamis pagi. Bada (setelah, red.) Magrib hari Kamis saya temui pak Arifnya,” kata Hamdin.
Dalam momen tersbut, Hamdin mengklarifikasi lagi kepada Airf terkait pesan suara dalam WA itu. Arif pun mengakuinya.
Hamdin kemudian meluruskan informasi dengan menyebut dia terlibat dalam kegiatan haul akbar yang digelar Ponpes Nurul Ikhlas di Surade yang dipimpin Ustaz Encep.






