Pembebasan Lahan Bandara Rampung 2018

  • Whatsapp

SUKABUMI – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan pembebasan lahan Bandar Udara (Bandara) di Kabupaten Sukabumi selesai tahun 2018. Dengan begitu, pembangunan bisa dimulai 2019 mendatang.

Menteri Perhubungan, Budi Karya mengatakan, Kemenhub dengan pemerintah daerah telah menyepakati untuk membangun Bandara di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Bacaan Lainnya

“Untuk lokasi pembangunan bandara tengah kami kaji dulu, memang benar sebelumnya rencana pembangunan jauh dari Kota Sukabumi,” jelasnya disela-sela kunjungannya mendampingi Presiden Republik Indonesia, Jokowidodo ke Sukabumi, Kamis (31/8).

Disinggung soal rencana pembangunan bandara yang berlokasi di Citarate, Kecamatan Ciracap, dirinya mengkalim punya pilihan alternatif lokasi, yang tidak jauh dari kota maupun Kabupaten Sukabumi. “Salah satu kelaikan pembangunan bandara itu tidak terlalu jauh dari pusat pemukiman masyarakat. Selain itu kondisi lingkungan dan kecepatan angin juga menjadi indikator pertimbangan,” sambungnya.

Untuk mempercepat pembebasan lahan, Kemenhub bakal terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan Pemrintah Provinsi Jawa Barat. “Pemerintah pusat bakal menyiapkan anggarannya, targetnya tahun 2018 selesai pembebasan lahan.

Sementara 2019 mulai pembangunan dan ditahun 2020 sudah bisa beroprasi,” sebutnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono menambahkan, dirinya telah menyampaikan permohonan percepatan pembangunan bandara. Bahkan, mantan Sekda itu juga berkoordinasi dengan Menteri ATR BPN untuk percepatan pembebasan lahan pembangunan tol Bocimi. “Sudah saya sampaikan, Semoga saja cepat terealisasi, mohon dukungan yang optimal untuk pelaksanaan pengukuran dan pembebasan tanah buat Seksi III, dan IV juga,” ujarnya.

Menurut Adjo, Pemkab Sukabumi sebelumnya telah mendampingi tim survey dari Kemenhub atau pun provinsi untuk melakukan penelitian, Feasibility Study (FS)-nya di Citarate, dan itu telah selesai. “Tetapi Pak Menteri menghendaki alternatif lain yang bisa opitimal penggunaanya untuk seluruh masyarakat,” pungkasnya. (cr15/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *